NGANJUK - Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Nganjuk(FPMN ) untuk Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Statistik (BPS) kab Nganjuk pada Kamis 17/ sept / 2026
Aksi massa yang dijadwalkan mulai pukul 08 00 WIB ini menyoroti polemik ketidak sesuaian pengelompokan data desil atau tingkat kesejahteraan yang berdampak langsung pada penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program perlindungan sosial lainnya.
Ketua FPMN Nganjuk Suyadi mengatakan unjuk rasa bertajuk "Desil Bermasalah, Negara Gagal Urus Rakyat Miskin!"
Di suarakan dengan Lantang di depan kantor BPS . Yang beralamat di jalan dermojoyo. kec Nganjuk , kabupaten Nganjuk .. Dengan bawa masa ratusan. Dari masa dari berbagai desa kecamatan yang ada di kab nganjuk
Beberapa Tuntutanya telah di sampaikan dengan bergantian , menyuarakan / Orasi
"Aksi ini digelar berdasarkan temuan laporan warga miskin
Dari beberapa desa mencatat lebih dari 250 warga miskin
yang merasakan ketidakadilan dari Bantuan Sosial dan perlindungan sosial akibat pengelompokan desil yang tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat," ungkap Suyadi
Suyadi menjelaskan, dalam aksi ini pihaknya akan menyampaikan sejumlah fakta dan persoalan terkait desil yang terjadi di lapangan.
Ia menilai, penetapan data kemiskinan yang hanya berpatokan pada angka statistik justru merugikan dan mengabaikan masyarakat kelas bawah.
Data. seharusnya menggambarkan kenyataan hidup masyarakat, bukan justru mencabut hak dasar rakyat miskin demi angka-angka statistik di atas kertas," nya .
Setelah semua Tuntutanya di sampaikan lewat Orasi.
,Beberapa perwakilan dari FPMN di Persilahkan masuk di ruang lantai dua
Mediasi sedikit alot
Pihak .antara kepala badan Pusat Statistik (BPS). Wahyu Purnama hadi Dan Ketua FPMN Suyadi . Akhirnya pihak BPS mengiyakan atas desil yang di soroti yang di duga amburadul.
Sekalipun Mediasi berjalan sedikit alot pada akhirnya Pihak BPS memberikan Fom untuk data baru warga kurang mampu desil tinggi..
Suyadi ketua FPMN menyampaikan jika tuntutan kami tidak segera di penuhi FPMN akan membawa persoalan ini ke Jawa timur . Ujarnya.
Boniman





