-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Petani Bawang Menangis, Bupati IDP Beri Solusi

- November 18, 2021



BIMA_NUSA TENGGARA BARAT

jawatimurnews.com - Harga bawang merah dari tangan petani di Kabupaten Bima NTB anjlok secara membabi buta. Jika normalnya harga bawang merah Rp13.000 hingga Rp.40.000/kg. saat ini perkilo hanya laku Rp5.000 saja. Tentu kondisi ini membuat petani frustrasi. Pasalnya, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya pada awal musim penghujan, harga bawang biasanya mengalami kenaikan 20-30%.

Petani Bawang Merah, Ahmad asal desa Renda,Kecamatan Belo Kabupaten Bima mengatakan, harga bawang merah turun drastis hingga 300% lebih, Ia pun tidak tahu faktor utama penyebab jatuhnya bumbu masak tersebut.

“Bawang merah dari petani hari ini berubah harga. Berubahnya sangat ugal-ugalan. Saya kurang tahu penyebabnya, tahu-tahu cuman laku Rp5.000 per kilogram,” ujarnya saat dihubungi jawatimurnews.com, dihalaman kantor Bupati Bima,Kamis 18 November, saat menunggu kehadiran Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri,SE untuk berdialog.

Ia menyebutkan, turunnya harga bawang merah mulai terjadi pada pekan ini. Dari yang semula Rp11.000 per kilogram, kini hanya laku Rp5.000. Tentu kondisi ini membuat petani terpuruk, jangankan mencari untung, modal untuk bertani tidak kembali.

“Kita sebagai petani jelas merugi. Kemarin modal Rp300 juta, itu pun kita hutang bank. Saat panen, bawang kita cuma laku Rp100 juta saja. Terus ini gimana, semua obat-obatan, bibit, dan sebagainya naik. Nah harga malah hancur,” keluh yang ikit diamini oleh Bos Ipul ( Syaiful asal Renda).

Menurutnya, anjloknya harga bawang merah pada tahun ini, merupakan harga paling rendah berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi petani bawang merah.

“Tahun ini adalah titik terendah, Ya, ini harga paling rendah, masak bawang merah cuman laku Rp5.000,” jelasnya.

Petani berharap, pemerintah memberikan solusi untuk menyetabilkan harga. Minimal modal petani bisa balik. Dengan begitu, petani bawang merah tidak terlilit hutang. Apalagi harga kebutuhan sehari-hari setelah covid dan menjelang tahun baru mulai merangkak naik.

“Ini banyak petani yang gagal bayar perbankan. Harapannya pemerintah memperhatikan nasib kita, dengan menata harga bawang merah. Minimal kita balik modal” ujarnya.

Sementara Syaiful alias Bos Ipul mengatakan.bahwa pemicu anjloknya harga bawang itu akibat Pemerintah melakukan Impor Bawang merah.

” Kondisi ini bukan hanya di Bima, tapi se Indonesia. Namun karena Bawang Merah Bima itu adalah komoditi eksport bersama bawang Brebes, dan tiba- tiba harganya anjlok begini, ini membuat petani bawang merugi drastis, pemerintah utamanya kementrian harus bisa menjelaskan dan memperjuangkan kembali untuk.menstabilkan harga bawang merah,”ujarnya.

Bupati Bima, Hi Indah Dhamayanti Putri, SE menemui massa petani bawang merah yang menduduki kantor Bupati Bima sejak Kamis siang 18 November 2021.

Bupati yang dikenal Sabar menghadapi warganya ini menyampaikan rasa empatinya atas harga bawang merah yang turun drastis mencapai Rp.5.000 per kilogram.

“Kondisi ini merupakan hal yang tidak kita inginkan bersama, disisi lain belum adanya pengumpul yang mau membeli bawang merah dan itu menjadi masalah yang dihadapi saat ini,

Namun dalam waktu dekat saya akan bersurat kepada Menteri soal anjloknya harga bawang merah ini, Bahkan saya bersedia datang langsung menemui Menteri Pertanian untuk memperjuangkan nasib para petani,” ujar Bupati IDP.

Bupati IDP juga mengatakan bahwa Pemkab Bima tidak tinggal diam. Pihaknya melalui Dinas Pertanian terus memantau kondisi petani.

” Dalam kurun dua minggu terakhir Kami terus memantau pergerakan harga bawang merah, faktor-faktor penyebab anjloknya harga, bahkan kami tengah berkoordinasi, baik dengan Kementrian, anggota DPR RI, pihak swasta maupun Bulog agar bisa menampung bawang merah ini, ” ujarnya.

Bupati IDP juga menjelaskan bahwa Pemkab Bima tidak hanya berusaha dengan cara berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Tetapi juga mencari jalan inovasi lain seperti dengan cara menyimpan bawang merah yang sudah dikeringkan menggunakan Solar Dryer Dome sehingga bisa awet sampai berbulan-bulan, atau bahkan mengolah bawang merah menjadi bahan pangan lainnya yang bernilai ekspor.

“Tidak ada kedukaan yang lebih mendalam bagi sosok pemimpin dan pemerintah ketika melihat penderitaan rakyat. Tetapi hal ini harus dicarikan solusi terbaik, sehingga kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan solusi yang berpihak pada kebaikan bersama,” kata Bupati IDP.


(Rant)

 

Start typing and press Enter to search