JTN NEWS :
Loading...

PESAN SPONSOR

thumbnail

MI,MTS,MA Faqih Hasyim Adakan Pawai Dan Bhakti Sosial

Foto: Pawai Ta’aruf dan BAKSOS MI, MTS dan MA Faqih Hasyim Siwalanpanji Buduran Sidoarjo

SIDOARJO - Jawatimurnews.com  
Sambut tahun baru Islam 1440 H,  Senin (10/9/2018)  MI, MTS dan MA Faqih Hasyim Siwalanpanji Buduran Sidoarjo mengadakan kegiatan Pawai Ta’aruf dan BAKSOS di lingkungan sekitar.
Disepanjang jalan yang di lalui pawai,  semua warga masyarakat tampak berdiri menyambut iring iringan para peserta pawai dengan antusias dan sorak sorai.
Dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 09.30 WIB,  pawai Taaruf  kemudian dilanjutkan dengan kegiatan BAKSOS (Bhakti Sosial) berupa pembagian sembako.
Ach. Jainuri Abidin, S.Pd.I  selaku ketua Panitia kepada Jtn mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1440 H dan mendidik siswa- siswi dalam hal kepekaan sosial”, tuturnya.
Disampaikan juga oleh Ach. Jainuri,   “acara Peringatan Tahun Baru Islam 1440 H kali ini dilakukan dalam bentuk Pawai, dan kegiatan BAKSOS berupa pembagian  sembako kepada para pedagang kecil, janda, fakir miskin dan para tukang becak yang ada di sepanjang jalan desa Siwalanpanji dan desa Buduran”.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat antusias dan tanggapan positif dari segenap warga masyarakat”.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan  manfaat dan membawa berkah,” pungkas Ach. Jainuri. (Jtn-red)



Foto- Foto Acara : kegiatan Pawai Ta’aruf dan BAKSOS MI, MTS dan MA Faqih Hasyim Siwalanpanji Buduran Sidoarjo





thumbnail

GMKI Turunkan Tim Relawan Untuk Korban Gempa Lombok


Foto: Koordinator Tim Relawan GMKI Menyerahkan Bantuan Di Dusun Tanak Embar Desa Selabung kecamatan Batukliang, Lombok Tengah 


LOMBOK - Jawatimurnews.com
Sejak 7 Agustus 2018 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia telah mengirimkan relawannya untuk korban bencana di lombok-NTB. Hal itu di sampaikan Arnold Leonardo Panjaitan- Kordinator Relawan GMKI Peduli Lombok dalam siaran persnya.

 “kurang lebih dua minggu, kami telah tiba di Lombok untuk melakukan koordinasi dengan gereja-gereja seperti HKBP Mataram,GPIB Immanuel, PGI, dan juga Pembimas Kristen NTB, untuk memetakan lokasi pengungsian korban bencana gempa”. Terang Arnold Leonardo Panjaitan yang juga merupakan Korwil V PP GMKI.

Arnold mengatakan GMKI telah melakukan koordinasi dengan Polsek-Polsek setempat yang ada di Lombok guna meminta rekomendasi wilayah terdampak yang belum terjamah serta membantu melakukan penyisiran lokasi tersebut.

 “Kami sudah koordinasi dengan Polsek setempat untuk menemukan lokasi pengungsian warga yang belum mendapat bantuan dari pihak manapun,” tutur Arnold. “Dari hasil Kordinasi GMKI dengan Polsek Batukliang, kami telah menemukan lokasi terdampak yang belum dapat bantuan di Kecamatan Batukliang”, tambahnya.

Sementara Kepala Bimmas Polsek Batukliang, Aipda Sunardi mengatakan di Kecamatan Batukliang masih ada daerah yang belum dapat bantuan yaitu di dusun Selebung dan dusun Lekong.

 “Di Selebung dan Lekong banyak rumah yang rusak, termasuk rumah saya, tapi memang belum ada bantuan kesana,” kata Sunardi. Hal itu membuat Tim Relawan GMKI menyalurkan bantuan ke tempat tersebut berupa beras, lauk, air minum, bantal, selimut dan lain-lain. Arnold mengatakan, pihaknya juga sudah mengantongi beberapa nama dusun-dusun terdampak yang masih minim bantuan.

 “Jadi mulai besok tanggal 30-31 Agustus 2018 kita akan salurkan bantuan ke daerah dusun Pidada, desa Sintung di kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, dan beberapa wilayah di Sumbawa sana yang belum tersentuh bantuan”, pungkas Arnold.(Red-Jtn)
thumbnail

Sekretaris DPD KNPI Jawa Timur "No-Politik SARA, Yes Politik Program Pilpres 2019"

Foto: Sekretaris DPD KNPI Jawa TImur Sholikhul Huda, M.Fil, I

Surabaya-Jtn
"Tahapan proses pendaftaran Capres-Cawapres di  KPU RI sudah selesai, ada dua pasangan yang resmi mendaftar yaitu pasangan Joko Widodo- Makruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga S Uno".

"Walaupun dalam proses penentuan Cawapres di masing - masing pihak penuh dengan tarian dan drama politik yang  menegangkan, sehingga rakyat begitu antusias menunggu detik - detik penentuan, yang terjawab sudah dengan adanya dua pasangan tersebut, " demikian di katakan  Sekretaris DPD KNPI Jawa Timur Sholikhul Huda, M.Fil, I kepada Jtn.

Disampaikan juga olehnya "Kita sebagai rakyat indonesia hari ini senang atau tidak, terima atau tidak terima, ideal atau tidak, yang pasti realitas politik hari ini kita disuguhkan dua pasangan Capres- Cawapres yang diantara dua pasangan tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing masing".

"Hal itu adalah wajar, tinggal kita mengambil pilihan berdasarkan apa?, kita bebas menentukan pilihan kita dan di jamin undang- undang". Tegasnya.

"Maka hemat saya, dalam konteks realitas politik menuju Pilpres 2019, diperlukan kepada kedua Tim Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk mendorong politik PROGRAMATIK, yaitu gerakan politik yang berbasis dan berpijak pada realitas persoalan rakyat Indonesia dan kebutuhan yang dibutuhkan rakyat," tambahnya.

"Persoalan yang sangat penting yang harus segera diberikan solusi diantaranya;  persoalan kebijakan politik luar negeri yang sering terkooptasi,  pengembangan ekonomi-pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia, dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi".

"Peningkatan kualitas SDM dikalangan pemuda Indonesia di era disruption,  persoalan Narkoba, pengelolahan SDA Indonesia untuk rakyat Indonesia. persoalan perkebunan, pertambangan, perhutanan, energi, air dan pertanian yang selama ini pengelolahanya masih kurang pro rakyat, itu semua harus segera dicarikan solusinya," urainya lebih dalam.

Ketika ditanyakan bagaimana seharusnya para elit politik kita memainkan peranan politiknya dalam Pilpres nanti,  Sholikh menyampaikan; "kita seharusnya bukan lagi politik SARAISME (politik identitas), yaitu meraih simpati politik pada wilayah identitas kultural yang itu kita tidak bisa memilih karena itu sudah pemberian Tuhan yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan".

"Semisal status suku, ras, agama dan golongan, merupakan wilayah pribadi dan pemberian Tuhan yang kita tidak bisa memilih," tuturnya.

Masih di sampaikan olehnya, "gerakan No-Politik SARA, Yes Politik Program Pilpres 2019, menjadi sangat penting sebagai bagian dari edukasi politik rakyat Indonesia.," tegasnya.

"Sehingga rakyat tahu arah pembangunan Indonesia kedepan dan bisa menjadi referensi pertimbangan memilih pemimpin Indonesia". Imbuh Sholikh.

"Dan diharakan dengan program - program  yang di tawarkan oleh kedua pasangan calon presiden dan calon  wakil presiden kita nantinya, juga akan mendorong pada pendiskusian di masyarakat lebih produktif dan cerdas, yang tidak lagi mendiskusikan persoalan identitasnya, " pungkasnya. (Jtn-Red)
thumbnail

Religi Camp V DPP PERADAH Indonesia Jawa Timur

Foto: Ketua Peradah Jawa Timur Prayudi Mendapat Penganugerahan Sebagai Warga Kehormatan Warga Tengger Oleh Romo dukun Tengger Desa Argosari


Lumajang -Jtn
Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Jawa Timur (DPP PERADAH Indonesia Jawa Timur) menyelenggarakan RELIGI CAMP V dengan tema "Sambang Tengger".

Religi Camp kali ini mengambil tempat di desa Argosari kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, mulai tanggal 10 - 12 Agustus 2018.

"Semangat yang ingin kami bangun pada Religi Camp V ini adalah untuk melihat dan merasakan lebih dekat tentang budaya , adat dan tradisi di Tengger desa Argosari".  Kata Ketua PERADAH Indonesia Jawa Timur, Prayudi.

Disampaikan juga oleh Prayudi, "hal ini penting sebagai generasi muda Hindu yang diajarkan tentang menghormati leluhur tidak pernah surut  menjunjung tinggi nilai - nilai keluhuran itu sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan pembukaan acara, Ketua DPP  PERADAH Jawa Timur bersama anggota DPR RI Komisi XI (Bang Poer) dan WK DPD KNPI Jawa Timur (Gus Mamak) disematkan warga kehormatan adat Tengger oleh Romo Dukun Tengger Argosari, yang artinya diterima secara adat sebagai warga tengger.

Pada acara ini, Prayudi dalam sambutannya menyampaikan "Kader PERADAH perlu menjalin hubungan baik dan sinergi dengan KNPI dan tokoh politik untuk mengambil peran dalam kemajuan bangsa".  (Jtn-Red)
thumbnail

DPK Jaman Santri Kabupaten Bangkalan Keluarkan Statement

Foto: Komang Abd Rahman, Ketua DPK Jaman Santri Kabupaten Bangkalan

Bangkalan - Jtn
DPK Jaman Santri Kabupaten Bangkalan mengeluarkan statement terkait maraknya isu deklarasi tagar atau #2019 Ganti Presiden di wilayah Jawa Timur.

Komang Abd.Rahman selaku  ketua menilai tepat keputusan Majelis Ulama Indonesia dalam mengeluarkan Fatwa larangan deklarasi #2019 Ganti Presiden beberapa waktu lalu.

"Kita ketahui bahwa keputusan MUI ini sudah tepat, karena kalau posisinya dilaksanakan, itu bisa saja membuat kegaduhan," katanya saat di temui menggelar Konferensi Pers di kantor DPK Jaman Santri  di Jl. Halim Perdana Kusuma Ring Road Bangkalan, minggu (12/8/2018)

Menurutnya, tagar dan deklarasi Ganti Presiden sama halnya dengan melakukan perpecahan sesama anak bangsa dan juga bagian dari ujaran kebencian.  "Hal ini bisa memicu perpecahan, gerakan seperti ini tidak bisa di biarkan, akan bisa memprovokasi masyarakat Indonesia, dan berpotensi mengundang konflik". Tutur Komang yang juga ketua IYC Jawa Timur. (Indonesia Youth Congress)

"Karena belum saatnya masa masa gempar itu dimulai dengan tagar tersebut, alangkah eloknya jika mereka melakukan itu dimasa kampanye,"  tindasnya.

"Saya berharap perpolitikan di Jawa Timur dapat berlangsung  secara kondusif, mengingat proses pemilihan Kepala Daerah baru saja usai.' pungkas Komang.  (Jtn-Red)


thumbnail

Zainuddin Resmi Lantik Pengurus Cabang PMII Surabaya

Foto: Acara Prosesi Pelantikan PC PMII Surabaya

Surabaya - Jtn

Bertempat di Balai Diklat Diklat Keagamaan Surabaya. Jumat, (10/08/2018), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya periode 2018-2019 resmi dilantik. 

Hadir dalam acara M. Nur Arifin (Bupati Trenggalek), Fandi Utomo (DPR RI), Baktiono (DPRD Kota Surabaya), Rudi Setiawan (Kapolrestabes Surabaya), Muchammad Toha (Kepala Diklat Kemenag Surabaya), Achmad Hidayat (Staf Ahli DPR RI), Jajaran Pengurus PKC PMII Jatim, dan Pimpinan Organisasi Mahasiswa se-Surabaya serta tamu undangan lainnya. 

Sulton Arifin terpilih sebagai  Ketua PC PMII dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “PMII surabaya merupakan patron gerakan di Jawa Timur',  maka PC PMII Surabaya mengajak seluruh Alumni, Ketua Komisariat, Ketua Rayon, dan seluruh Kader PMII se-Surabaya untuk mewujudkannya secara bersama-sama dan bahu membahu".

Acara pelantikan yang dipimpin langsung olah Ketua Umum KOORCAB (PKC PMII)  Jawa Timur Zainuddin, dalam  sambutannya mengatakan “keluarga besar PMII harus turut aktif untuk menciptkan suatu kondisi Bangsa yang makmur, sejahtera, aman, damai, dan sentosa, khususnya Suroboyo, dan PMII harus hadir di sekat-sekat kecil untuk menghidupkan kebahagiaan sosial yang ada di masyarakat". Tegas Zainuddin.

Disampikan juga oleh Zainuddin "kader-kader PMII tak jauh dari budaya santri, karena memang memiliki keunggulan basic pendidikan agama dan sahabat-sahabat dianjurkan untuk belajar madilog, teori kesantrian, bahasa dan pergerakan kebudayaan dunia pesantrenan, agar kehadiran PMII dapat melahirkan kontribusi nyata terhadap umat dan bangsa. dimanapun PMII berada". Urai Zainuddin.

“Kader PMII harus siap menjadi kader yang millenial, yang mampu menghadapi revolusi industri 4, selain itu kader PMII khususnya yang di Surabaya, harus mampu memberikan perubahaan yang lebih baik, karena Surabaya adalah tempat berdirinya PMII. Itu adalah sejarah luar biasa”, ucapnya dengan nada berapi – api yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Acara pelantikan yang mengambil tema Metamorfosa Pergerakan Dalam Bingkai Kemerdekaan itu berlangsung dengan suasana khidmat sejak penyampaian Orasi kemerdekaan dan lantunan lagu – lagu kebangsaan yang di ikuti oleh sekitar 200 an lebih peserta.

Bupati Trenggalek yang juga Ketua DPD KNPI Jawa Timur yang berkesempatan hadir dalam acara ini dan di dapuk memberi sambutan, dalam sambutannya menyampaikan, "bahwa kader PMII adalah santri yang selalu bertugas untuk melakukan perubahan ala Islam.". kata pria yang akrab disapa MNA ini.

 “Kader PMII adalah Santri, yang senantiasa membuat gerakan ala Islamisme, mari tingkatkan gerakan itu sahabat”, tutur gus Arifin, yang disambut tepuk tangan para hadirin dan peserta. (JT/Jtn)
thumbnail

DPD LIRA Jawa Timur Dan Seluruh Jajarannya Tolak 2019 Ganti Presiden

Foto: Ketua DPD Pemuda LIRA Jawa Timur Imam Syafi'i bersama jajaran pengurus DPD pemuda LIRA 

Surabaya-Jtn
DPD Pemuda LIRA (Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat) menolak keras sosialisasi dan deklarasi #2019gantipresiden. 

Imam Syafi'i selaku Ketua DPD Pemuda LIRA Jawa Timur, kepada Jtn menyatakan ;
"kami dari DPD Pemuda LIRA Jawa TImur tidak menyetujui acara acara yang mengatasnamakan sosialisasi atau kampanye Ganti Presiden 2019". 

"Adapun di Medsos telah banyak kita jumpai penggunaan tagar #2019gantipresiden, saya atas nama DPD Lira Jawa Timur dan seluruh jajaran menyatakan bahwa acara acara sosialisasi semacam adalah kampanye terselubung yang merupakan sebuah Black Campaign yang tidak mendidik yang menjurus kepada caracter assasination dan keberpihakan, dalam proses berpolitik menuju cita cita bersama sebuah Pesta Raya Demokrasi  yang jujur, adil bermartabat dan damai". Tegasnya.

Imam juga menyampaikan, "karena itulah saya sudah menginstruksikan kepada seluruh pengurus DPD LIRA Jawa Timur dan beserta seluruh jajaran DEPICAB, untuk lebih mencermati dan dapat bersikap bijak dalam menyampaikan kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh undang-undang,"
pungkas Advokat handal Jawa Timur yang juga aktivis FKJ (Forum Kebangsaan Jawa TImur), mengakhiri wawancara(Jtn-Red)
thumbnail

Sumardi SH, MH Lantik Jajaran Pengurus BK Kota Malang Masa Bhakti Periode 2018 - 2024

Foto: Penyerahan PATAKA MUSCAB II BK kota Malang

Malang-Jtn

Bertempat di Jl. Danau Bratan Timur / Sawojajar kota Malang, Pengurus Cabang Baladhika Karya kota Malang melaksanakan MUSCAB (Musyawarah Cabang). 

Dengan Tema Melangkah Bersama Untuk Kejayaan Baladhika Karya Yang Berjiwa Solid, Militan dan Setia, MUSCAB II organisasi yang merupakan lembaga dan konsentrasi dari SOKSI ( Sentral Organisasi Karyawan Swadiri} ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan tamu undangan yang berlangsung sangat meriah. 

Ketua DEPIDAR Baladhika Karya Jawa Timur Sumardi, SH, MH yang berkesempatan hadir untuk membuka acara bersama rombongan pengurus DEPIDAR Baladhika Karya Jawa Timur,  dalam sambutannya mengatakan "dengan diadakannya MUSCAB di kota Malang ini, semoga akan mendapatkan sosok calon pemimpin yang elegan, mampu melanjutkan tongkat estafet organisasi, demi menciptakan eksistensi dan nama besar Baladhika Karya". Tegas Sumardi yang juga ketua Peradin Jawa Timur.

 "Kota Malang, dalam sejarahnya adalah salah satu dari kota yang memiliki kesejarahan dengan masa keemasan dan kejayaan BK", tambahnya, yang disambut tepukan riuh dan pekik Maju Terus Pantang Mundur oleh semua peserta.

 "Saya berharap setelah selesainya MUSCAB, BK kota malang dapat kembali besar, dan menuju kejayaan dengan di dukung oleh seluruh jajaran pengurus yang solid, militan dan setia sesuai dengan tema MUSCAB pada kali ini", Tegas Aktivis berbagai organisasi yang juga berprofesi sebagai seorang Advokat ini. 

Dr. Drs. Hadi Prajoko, SH, M.Hum yang terpilih sebagai ketua, dalam sambutannya mengatakan “Seluruh kebijakan, kegiatan atau pun menjalankan suatu proses dalam berorganisasi, semuanya berpijak pada kebersamaan, dimana seluruh pengurus dan anggota harus terlibat”. 

Sebagai puncak acara, dilakukan prosesi pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Baladhika Karya kota Malang periode 2018-2024 dan penyerahan Pataka, dipimpin langsung  oleh Sumardi, SH, MH selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah Baladhika Karya Jawa Timur. (Jtn-red).
thumbnail

Forum Kebangsaan Kabupaten Mojokerto Tolak Ganti Presiden

Foto: Koordinator Forum Kebangsaan Kabupaten Mojokerto Mochammad Yunus 


Mojokerto-Jtn
Forum Kebangsaan Kabupaten Mojokerto menolak keras sosialisasi dan deklarasi #2019gantipresiden. 

Mochammad Yunus selaku Koordinator Forum Kebangsaan Kabupaten Mojokerto,  kepada Jtn menyatakan ;
"penggunaan tagar tersebut sebagai atraksi politik yang memecah belah bangsa Indonesia". 

"Kebebasan berpendapat dilindungi oleh undang-undang, tetapi harus sesuai juga dengan undang-undang dan tidak menimbulkan perpecahan dan menjurus pada Dis integrasi," tegas aktifis Mojokerto yang juga kader ANSOR ini". 

"Dan saya mengucapkan salut dan respect terhadap sikap FKJ ( Forum Kebangsaan Jawa Timur) yang telah mengambil sikap tegas untuk menolak gerakan dan sosialisasi #2019gantipresiden". pungkasnya. (Jtn-Red)