Dilihat 1 kali
MOJOKERTO - Memasuki hari ke empat tahap pengerjaan awal sejak diresmikan saat Groundbreaking Senin (30/03), Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0815/Mojokerto tepatnya yang berlokasi di Sungai Marmoyo, Dusun Bulu, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, hingga saat ini Kamis (02/04/2026) progres pembangunan tengah berjalan sesuai rencana.
Pantauan di lapangan, terlihat personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu mengangkut material secara manual menggunakan gerobak melewati akses jalan tanah yang berlumpur di area persawahan. Semangat gotong royong menjadi pemandangan utama dalam proses awal pembangunan, meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup berat.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan, di antaranya pembersihan lahan dan pemasangan bouplang yang telah mencapai 100 persen. Selain itu, pekerjaan awal seperti pembesian dasar (footplate) telah berjalan 5 persen dan penggalian lubang anchor bentangan bawah mencapai 20 persen. Proses distribusi material juga mulai dilakukan, dengan batu belah mencapai 25 persen dan besi 30 persen.
Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., saat dikonfirmasi di Makodim 0815/Mojokerto, menyampaikan, pihaknya optimis pembangunan akan terus berjalan sesuai rencana. “Saat ini kita fokus pada penyelesaian pekerjaan dasar, termasuk penguatan pondasi dan percepatan distribusi material. Ke depan, setelah tahap awal ini rampung, pekerjaan akan dilanjutkan pada pemasangan struktur utama jembatan secara bertahap", ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan. "Kami berharap sinergi antara TNI dan masyarakat tetap terjaga, sehingga pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat", tambahnya.
Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 1,2 meter ini dirancang memiliki kapasitas hingga 2 ton, guna menunjang mobilitas masyarakat. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi sekitar 4.000 jiwa atau 1.290 kepala keluarga di Desa Mojosarirejo serta warga luar desa yang memiliki lahan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini melibatkan 6 personel Babinsa, 2 personel Denzibang, serta 12 warga setempat. Sinergi TNI bersama masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Dengan dukungan cuaca yang relatif bersahabat dan situasi yang aman serta kondusif, diharapkan proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Bams)




