-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Walikota Mojokerto Buka Rakor KUBE, Program Inkubasi Wirausaha Dinilai Berhasil

- October 31, 2021



KOTA MOJOKERTO – Kota Mojokerto telah berhasil mengembangkan program inkubasi wirausaha untuk ketahanan pangan tahun 2020 hingga sampai saat ini.l

Dinas Sosial telah adakan surve Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan mendapat lebih dari 1000 ruta tertarik untuk mengikuti  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), untuk mengikuti inkubasi wirausaha dalam bidang pertanian, perikanan dan peternakan yang diampu oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto.‎

Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Rapat Koordinasi Bersama Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan se-Kota Mojokerto di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat. 

Menyampaikan program inkubasi wirausaha ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto dalam pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Dimana pemulihan ekonomi merupakan tugas pemerintah daerah selain penanganan bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Mojokerto menyampaikan, Kota Mojokerto memang minim lahan, namun tidak menutup kemungkinan untuk mencukupi kebutuhan pangan seperti ayam, telur, ikan dan sayuran.

Melalui inkubasi wirausaha dalam bidang pertanian, perikanan dan peternakan ini bisa tercipta wirausaha yang berkelanjutan, tidak hanya sekali panen langsung selesai tapi masih bisa menanam lagi dan panen lagi.

Dan disinergikan untuk dipasarkan e-warong, sehingga terjadi perputaran ekonomi di Kota Mojokerto dari warga Kota Mojokerto untuk warga Kota Mojokerto dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pertemuan ini Walikota Mojokerto, menyarankan agar hasil budidaya anggota Kube bisa diatur sedemikian rupa dan disinergikan dengan Pokdarwis pada masing-masing kelurahan, sehingga dapat menjadi potensi pariwisata.

Untuk menciptakan skema ini diperlukan kesamaan persepsi antara OPD pengampu, para pendamping dan anggota Kube. Kepada para camat dan lurah Walikota Mojokerto  menginstrukan agar monitoring dan evaluasi dengan sekasama. (Bams/adv)

 

Start typing and press Enter to search