BREAKING NEWS :
Loading...
JTN UPDATE :

Pastikan Tuntaskan TBC Dinkes-P2KB Kota Mojokerto Gercep Sosialisasi di Kelompok Arisan dan Pengajian Rutin Emak-emak

Dilihat 1 kali



KOTA MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Kesehatan-P2KB aktif  melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait  Tuberkulosis (TBC) dengan target percepatan penemuan kasus sekaligus penanganan hingga tuntas hingga masuk pada kelompok  kegiatan pengajian rutin hingga kelompok arisan emak-emak di kota Mojokerto.

Langkah ini sebagai komitmen Pemkot Mojokerto sebagai aksi tuntaskan Tuberkulosis (TBC) dengan percepatan penemuan kasus sekaligus penanganan tuntas baik lokal, regional maupun nasional guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular,

Data Global TB Report yang dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, estimasi kasus TBC mencapai 10,7 juta jiwa dengan kematian mencapai 1,23 juta kasus di tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan global yang memerlukan perhatian serius untuk segera ditangani demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan-P2KB Kota Mojokerto dr. Ahmad Rheza sp.OG  dikofirmasi di kantornya Jum at  (17/4/2026) menjelaskan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Kesehatan-P2KB telah melakukan berbagi terobosan guna mempercepat  temuan dan penanganan tuntas kasus TBC di kota Mojokerto guna mendukung aksi tuntaskan TBC baik lokal regional maupun secara nasional.

Dijelaskan Dinkes-P2KB telah melaksanakan gerak cepat menuntaskan  penyakit menular jenis TBC  di kota Mojokerto. Selain melakukan sosialisasi secara bergulir di 18 kelurahan yang menyebar di kota Mojokerto, juga melakukan edukasi secara perorangan saat warga berobat di tiap Puskesmas.

“Terobosan yang kami lakuan saat ini, dengan melakukan sosialisasi hingga merambah kelompok pengajian bahkan perkumpulan arisan emak-emak di kampung-kampung  tingakt RT?RW,” tegas dr. Ahmad Rheza 

Dijelaskan untuk meyakinkan warga yang terindikasi TBC untuk berobat memang tidak mudah, karena banyak warga yang takut dan malu pada dirinya jika ada temuan indikasi TBC, untuk itu edukasi dan sosiali tidak menyasar secara massal dan seremonial saja, tetapi juga edukasi secara person agar warga tergerak untuk skrining mandiri.  Edukasi yang disampaikan Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto diantaranya mengenai gejala, penularan, dan tata cara pengobatan TBC.

Selain mendorong warga tergerak melakukan skrining mandiri di Puskesmas setempat,  penanganan TBC di kota Mojokerto  juga melibatkan kader TBC terlatih yang berperan dalam penemuan kasus, pelacakan kontak, serta pemantauan pengobatan pasien TBC di wilayah masing-masing.  

“Petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mewujudkan aksi nyata eliminasi TB dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Bergerak (PKB), yakni pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di
Puskesmas tiap kelurahan menyebar di Kota Mojokerto”pungkas  dr. Ahmad Rheza.

Dikonfirmasi secara terpisah Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari  mendukung langkah cepat petugas  Dinas Kesehatan-P2KB melakukan terobosan untuk  aksi tuntaskan Tuberkulosis (TBC) dengan percepatan penemuan kasus disertai penanganan tuntas  sampai akhir sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular.

Ning ita panggilan akrab Walikota Mojokerto menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengeliminasi TBC, terutama di wilayah padat penduduk seperti di kota Mojokerto ini. Selain itu Pemkot Mojokerto juga secara berkala melakukan  rapat koordinasi, mengingat  pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat

“Mulai tahun lalu 2025 hingga sekarang,  kita telah menguatkan sinergi lintas sektor, antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Semua harus bergerak bersama untuk menekan angka penularan TBC di wilayah kita,” tutur Ning Ita, dikonfirmasi, Jum at (17/4/2026)..

Dijelaskan Kota Mojokerto telah memiliki Rencana Aksi Daerah Eliminasi TBC yang menjadi panduan gerak cepat lintas sektor. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan sosial dan spiritual dalam mengajak masyarakat untuk patuh berobat.

 “Obat TBC sudah tersedia gratis, tapi masih banyak warga yang enggan berobat. Kalau dibiarkan, bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga menularkan ke orang lain. Kalau sampai orang lain meninggal karena tertular, itu dosa. Maka kita perlu sosialisasi dengan bahasa yang menyentuh, baik secara kelompok maupun pendekatan person seperti yang dilakukan tim Dinkes-P2KB kota Mojokerto saat ini,” papar Ning Ita.

Walikota Mojokerto  juga menegaskan agar para kader lebih gencar dalam edukasi penanggulangan TBC. Ia juga mengingatkan bahwa TBC dapat memicu kasus stunting, terutama pada balita yang tertular.  “Kalau anak kecil kena TBC, pasti stunting. Ini akan mempengaruhi kualitas generasi ke depan. Jadi penanggulangan TBC bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masa depan bangsa,” Pungkas Walikota Mojokerto.(Bams)

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

 

KBLI : KBLI 63122 - 58130 - 73100 - 63990 - 60202


E CATALOGINAPROC E CATALOG & CORETAX SUPORT : JATIM INTI PERKASA

https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/
Klik https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/

REKENING BANK An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA BRI No. REK : 006501044064531

Hubungi Redaksi By Chat Whatsapp

Contact Form