BREAKING NEWS :
Loading...
JTN UPDATE :

Perkuat Hubungan Orang Tua dan Anak, Ketua Persit Kodim 0815 Berikan Edukasi Pengelolaan Emosi

Dilihat 1 kali


MOJOKERTO - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Kodim 0815 Mojokerto, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, untuk kesekian kalinya kembali menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi bertajuk “Peran Orang Tua dalam Menguatkan Karakter Remaja (Komunikasi Efektif) dan Tips Menjadi Remaja Berkarakter Hebat” yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (21/06/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Kelurahan Balongsari dan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari kader motivator, anggota PKK, remaja, serta tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, Camat Magersari Setiyo Budi Utomo, S.E., M.M., Lurah Balongsari Ageng Ardhyanto, S.STP., beserta istri, para kader motivator dan anak-anak PKK Kelurahan Balongsari, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Anjani Abi Swanjoyo yang juga berprofesi sebagai psikolog menyampaikan pentingnya sinergi antara orang tua dan remaja dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, proses pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui kerja sama yang harmonis antara orang tua dan anak.

“Orang tua dan remaja harus berjalan bersama. Anak tidak bisa tumbuh sendiri tanpa pendampingan, dan orang tua juga perlu memahami perkembangan psikologis anak agar terjalin hubungan yang sehat dan saling mendukung,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ny. Anjani menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang ditandai dengan perkembangan pola pikir yang lebih kritis, emosional, dan mulai terpengaruh oleh lingkungan sosial. Oleh karena itu, orang tua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional sebagai tempat pulang yang aman bagi anak.

Ia juga mengingatkan bahwa anak merupakan peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari di lingkungan keluarga. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak.

“Cara paling mudah mendidik anak adalah dengan memberi contoh nyata. Anak akan meniru apa yang dilihat di rumah. Jika ingin anak memiliki sopan santun, menghargai orang lain, dan mampu mengendalikan emosi, maka orang tua harus terlebih dahulu menunjukkan perilaku tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny. Anjani mengulas tiga pola asuh yang umum diterapkan dalam keluarga, yakni permisif, otoriter, dan otoritatif. Ia menekankan bahwa pola asuh otoritatif menjadi pendekatan yang paling ideal karena memberikan keseimbangan antara kasih sayang, aturan, dan kesempatan bagi anak untuk menyampaikan pendapatnya.

Selain itu, materi juga difokuskan pada pentingnya pengelolaan emosi bagi orang tua maupun remaja. Peserta diajak mengenali berbagai kondisi emosi melalui konsep zona hijau, biru, kuning, dan merah, serta mempraktikkan teknik pernapasan sederhana untuk membantu mengendalikan emosi saat menghadapi tekanan maupun konflik.

Pada sesi komunikasi efektif, Ny. Anjani mengajarkan pentingnya mendengarkan dengan penuh perhatian, menjaga kontak mata, tidak memotong pembicaraan, serta menghindari sikap menghakimi saat anak atau orang tua sedang menyampaikan perasaan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang lebih dekat dan saling memahami.

Sebagai bagian dari praktik langsung, para peserta yang terdiri dari orang tua dan remaja diminta berdialog secara terbuka mengenai kekhawatiran, harapan, kelebihan, serta hal-hal yang ingin diperbaiki dalam hubungan keluarga mereka. Sesi tersebut berlangsung hangat dan emosional, bahkan beberapa peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai perasaan anak maupun orang tua yang selama ini belum tersampaikan.

Salah seorang peserta, Ibu Lida (48),mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut karena dapat menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dengan anak remajanya. Ia mengaku baru menyadari bahwa sikap dan perlakuan yang selama ini dianggap biasa ternyata meninggalkan luka emosional bagi anak, sehingga momen tersebut dimanfaatkan untuk saling meminta maaf dan memperbaiki hubungan keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan para orang tua dan remaja mampu membangun komunikasi yang lebih sehat, meningkatkan empati, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang karakter generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia.(Bams)

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

 

KBLI : KBLI 63122 - 58130 - 73100 - 63990 - 60202


E CATALOGINAPROC E CATALOG & CORETAX SUPORT : JATIM INTI PERKASA

https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/
Klik https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/

REKENING BANK An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA BRI No. REK : 006501044064531

Hubungi Redaksi By Chat Whatsapp

Contact Form