BREAKING NEWS :
Loading...
JTN UPDATE :

Plt Bupati Tulungagung Menghadiri Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Suro di Pantai Indah Popoh

Dilihat 1 kali


TULUNGAGUNG -  Pantai Indah Popoh kembali menjadi latar berlangsungnya tradisi turun-temurun doa bersama dan tasyakuran laut dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan yang digelar Senin malam (15/6/2026) diikuti ratusan nelayan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan warga pesisir.

Bagi masyarakat setempat, laut bukan hanya sumber penghidupan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya. Melalui tradisi ini, mereka mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Hijriah di Pantai Indah Popoh
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni belaka. Ia berfungsi memperkuat solidaritas sosial, semangat gotong royong, serta membangun hubungan yang selaras antara manusia dengan alam lingkungannya.” ucap Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, usai menghadiri acara tersebut.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kegiatan ini termasuk ke dalam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang meliputi adat istiadat, ritus, dan pengetahuan tradisional. Di dalamnya terkandung tata cara pelaksanaan, simbol budaya, serta pandangan hidup masyarakat terhadap laut sebagai sumber kehidupan.

“Karena nilainya yang tinggi, inventarisasi dan kajian mendalam menjadi langkah strategis agar warisan ini tetap lestari di tengah perubahan zaman. Pendokumentasian yang baik akan menjadikannya bagian dari memori kolektif daerah, bukan hanya sekadar cerita turun-temurun.”

Lebih lanjut, ia menekankan makna ekologis yang terkandung dalam tradisi tersebut. Di tengah tantangan kerusakan lingkungan, momen ini menjadi sarana mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut.

“Kita menyadari bahwa rezeki dari laut bergantung pada sehatnya ekosistemnya. Oleh sebab itu, tradisi ini juga mengajak kita melindungi laut dari penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran, hingga pembuangan sampah yang merusak pesisir dan biota laut. Ini adalah wujud kearifan lokal yang sangat relevan untuk masa depan.” ujarnya.

Plt. Bupati menambahkan, nilai syukur, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap alam yang terkandung di dalamnya menjadi modal sosial berharga bagi pembangunan berkelanjutan. Tradisi ini juga menjadi ciri khas yang membedakan Tulungagung di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, masyarakat nelayan menyampaikan harapannya memasuki 1448 Hijriah agar diberi kelancaran melaut, hasil tangkapan melimpah, cuaca bersahabat, dan kesejahteraan yang terus meningkat. Terlebih, mereka berharap laut tetap terjaga agar dapat diwariskan secara utuh kepada anak cucu mendatang.

“Tradisi ini adalah cermin hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia layak terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan sebagai identitas asli masyarakat pesisir Tulungagung,” pungkasnya. (Yul/JTN)

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

 

KBLI : KBLI 63122 - 58130 - 73100 - 63990 - 60202


E CATALOGINAPROC E CATALOG & CORETAX SUPORT : JATIM INTI PERKASA

https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/
Klik https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/

REKENING BANK An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA BRI No. REK : 006501044064531

Hubungi Redaksi By Chat Whatsapp

Contact Form