Dilihat 1 kali
MOJOKERTO - Upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan fogging di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), sebagai langkah pencegahan dan pengendalian potensi penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Curahmojo, Babinsa, tenaga kesehatan hingga perangkat kewilayahan. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Dalam pelaksanaannya, fogging menyasar sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, di antaranya saluran air, selokan rumah, kamar mandi serta lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Babinsa Desa Curahmojo Serka Heru turut hadir dan mendampingi kegiatan bersama unsur terkait, sekaligus memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan lancar.
Kolaborasi lintas unsur tersebut tidak hanya sebatas pelaksanaan fogging, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan DBD membutuhkan peran aktif semua pihak. Pemerintah desa bersama tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dan pelayanan, Babinsa mendukung serta mendampingi kegiatan kewilayahan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Danramil 0815/11 Pungging Kapten Cba Dodik Satrio Nugroho saat dikonfirmasi menegaskan, penanganan potensi DBD akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. "Kegiatan fogging ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, Babinsa dan masyarakat dalam mencegah potensi penyebaran DBD. Yang terpenting, upaya ini harus dilanjutkan dengan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk", ungkapnya.
Lebih lanjut, Danramil mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan kegiatan fogging, tetapi membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara rutin. Menurutnya, gotong royong, kepedulian dan komunikasi antarunsur di tingkat desa merupakan kekuatan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kades Curahmojo Sutrisno, Bidan Desa Curahmo Yeni, S.Tr.Keb., Perawat Desa Curahmo Ibad, S.Kep., serta Kadus Curahmojo Sri Wahyuni.(Bams)




