Dua Desa Dipersiapkan Sebagai Wisata Edelweis


Probolinggo-Jtn
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyiapkan dua desa sebagai desa wisata bunga edelweis (anaphalis spp). Pengembangan wisata Desa Edelweis bertujuan untuk melestarikan keberadaan bunga edelweis di Gunung Bromo yang berketinggian 2.329 mdpl itu.

Kedua wisata yang dipersiapkan oleh TNBTS itu adalah Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Di dua tempat Ini, TNBTS menggandeng komunitas Bromo Lovers untuk pengembangan budidaya edelweis di dua desa penyangga itu. Karena memang sejak awal, komunitas Bromo Lovers konsisten dalam pemberdayaan lingkungan hidup di kawasan wisata internasional itu.


Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) John Kennedie, mengatakan dua desa itu menjadi pilot project atau lokasi uji coba pengembangan wisata Desa Edelweis berbasis masyarakat di kawasan wisata alam itu. 


Model pengembangan wisata Desa Edelweis bertujuan untuk melestarikan keberadaan bunga edelweis di desa penyangga TNBTS.“Serta meningkatkan dukungan dan peran serta masyarakat dalam pelestarian edelweis. Selain itu, juga membentuk desa wisata edelweis sebagai diversifikasi obyek wisata di luar kawasan. Saya meminta petugas mendampingi terus kelompok Desa Wisata Edelweis sampai berhasil dan tahun ini harus menjadi desa wisata,” ujar John.

Menurut Teguh Wibowo, Ketua Bromo Lovers, di Desa Wonokitri sudah siap sekitar 3.000 bibit siap tanam. Sementara di Desa Ngadisari, sebanyak 6.000 bibit sudah siap ditanam untuk pengembangan wisata desa edelweis yang berada di lereng Gunung Bromo tersebut. Bibit itu diambil dari bunga edelweis seijin dari TNBTS. Biji yang didapat dari mengeringkan bunga edelweis selama kurang lebih tiga hari itu, kemudian disematkan.


“Ide itu berawal dari peristiwa kebakaran tahun lalu dan erupsi Bromo. Dimana banyak tanaman edelweis yang mati. Sehingga komilunitas kami mempunyai gagasan untuk membudidayakan di rumah masing-masing anggota yang berdomisili di sekitar kawasan Bromo. Edelweis itu ketika cukup umur kami tanam kembali di habitatnya,” jelas Teguh.


Dari upaya itulah, TNBTS dan Bromo Lovers kemudian mengembangkannya lebih luas. “Kami juga sudah menyiapkan lahan untuk penanaman dengan membersihkan lahan di sekitar rumah adat Ngadisari. Bahkan kami sudah menanam sebanyak 150 bibit edelweis sebagai uji coba,” kata Ketua Kelompok Desa Wisata Edelweis Ngadisari Sunarip.


Pengembangan desa wisata edelweis itu, jugavdatang dari Camat Sukapura Yulius Christian. Ia mengaku sangat mendukung langkah Balai Besar TNBTS untuk mengembangkan Desa Ngadisari sebagai Desa Wisata Edelweis sebagai penunjang objek wisata Gunung Bromo.


“Semua pihak sangat mendukung pengembangan destinasi wisata bunga edelweis itu. Sehingga diharapkan wisatawan tidak hanya berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo, namun juga menikmati keindahan wisata Edelweis,” harap Yulius. (Jtn-Red)