NGANJUK - Upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global bupati Nganjuk marhaen DJumadi bersama pemangku kepentingan kembali ditegaskan melalui strategi efisiensi ekonomi yang menyasar pengelolaan fiskal, penguatan penerimaan negara, hingga optimalisasi kinerja birokrasi, Nganjuk kamis 2/ April / 2026.
sebuah langkah yang dinilai relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik yang berdampak langsung terhadap perekonomian domestik.
Pemerintah kabupaten Nganjuk memilih untuk tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian fiskal dengan tidak mengubah batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, meskipun tekanan global akibat kenaikan harga minyak dunia terus meningkat seiring memanasnya situasi di Timur Tengah.
Pesan penting bupati Nganjuk marhaen Jumadi ( Kang Marhaen ) untuk kondisi perekonomian di Nganjuk dampak ekonomi Global tapi juga kami ingatkan tetap ikhtiar dan jangan panik
Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto sebagaimana diamanatkan dalam regulasi keuangan negara, sebuah kebijakan yang sekaligus mencerminkan konsistensi dalam menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata global.
Amanah dengar pendapa tersebut disampaikan setelah rapat Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu,
yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas APBN sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi nasional. Di tingkat apbd
Dalam konteks pengendalian defisit tersebut, pemerintah mengandalkan dua instrumen utama, yakni efisiensi belanja dan optimalisasi penerimaan negara. Dari sisi belanja, langkah efisiensi dilakukan secara menyeluruh di berbagai kementerian dan lembaga dengan menekan pengeluaran operasional yang tidak prioritas. Upaya ini bukan sekadar pemangkasan anggaran, melainkan penataan ulang belanja agar lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.i
Pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara, termasuk opsi bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan, sebagai bagian dari efisiensi energi dan operasional. Skema ini bahkan berpotensi diterapkan di sektor swasta, menunjukkan adanya dorongan perubahan pola kerja yang lebih adaptif dan hemat biaya.
Dari sisi penerimaan, pemerintah melihat peluang besar dari sektor komoditas, khususnya batu bara, yang mengalami kenaikan harga di tengah terganggunya distribusi energi global. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar momentum ini dimanfaatkan secara optimal melalui penyesuaian kebijakan, termasuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran
Sekali lagi kami berpesan jangan ada kepanikan untuk warga Nganjuk BBM masih stabil dan stok beras Bulog masih aman. Dan jangan tanggapi isu isu sara yang membuat kepanikan masyarakat .tutur kang marhaen
(boniman .)





