-->

Prof.DR.H.Paiman Raharjo,MM,MSi Jadi Pembicara Utama Webinar Media CEO Group

- September 27, 2021

 



JAKARTA - Media massa memiliki peran penting dalam membentuk penyebaran informasi secara baik, yang tidak menciderai nilai positif dari informasi tersebut sehingga mencapai bentuk opini publik yang menghindarkan konflik serta negatif lainnya. 

Hal ini disampaikan Yudiansyah, Pimpinan Media Koran selaku moderator dalam acara diskusi webinar dengan mengangkat tema 'Fungsi Media Massa Sebagai Opini Publik', yang diselenggarakan oleh CEO Media Group, bekerjasama dengan Media Koran, Mata Media Online dan Media Realitas.

Menurut narasumber Prof. Dr. H. Paiman Raharjo MM. Msi , Pakar Kebijakan Publik mengatakan, Media massa saat ini memang sebagai sarana komunikasi bagi publik, yang mulai berkembang sekitar 1920-an. Seiring berkembangnya zaman kini media massa telah menyentuh ke seluruh lapisan yang ada di masyarakat. 

"Peran media massa sebagai fungsi menginformasikan atau mengkomunikasikan melalui gagasan, ide dan pesan hal itu tergantung mulai membangun (informasinya) seperti apa?, opini positif atau opini negatif," kata Paiman Raharjo, Minggu malam, (27/09).

Lebih lanjut Ia mengatakan, dikarenakan media sebagai corongnya publik untuk penyampaikan informasi pesan ke publik maka peranan ini harus menyangkup misalkan, meliputi norma - norma positif yang dilakukan oleh masyarakat ataupun pemerintah. Oleh karena itu didalam membangun sebuah opini harus betul - betul diarahkan ke hal yang positif agar tidak membahayakan.

Adapun informasi yang disampai baik atau buruk semua akan mempengaruhi opini publik.

"Fungsi media sebagai sarana komunikasi bisa saja (pesan yang disampaikan) kalau memang buruk (informasi yang didapat) memang yang diberitakan akan buruk akan tetapi efek yang tidak menerima adalah orang yang terkait," ujar Paiman Raharjo.

Maka dari itu, bagaimana cara meramu sebuah berita dengan baik?, jangan sampai dalam mengolah sebuah informasi berita hanya melihat dari ranking performa pembaca yang tinggi atau oplah (surat kabar) pembacanya, akan tetapi sebenar lihatlah dari isi pesan yang disampaikan.

Dalam hal ini Paiman Raharjo menjelaskan pentingnya perencanaan komunikasi yang baik, adapun tahapannya yakni Pertama, pengumpulan data base line dan need assessment. Kedua, perumusan objective komunikasi. Ketiga, analis perencanaan dan pengembangan strategi. Keempat, analiss dan segmentasi khalayak. Kelima, pemilihan media. Keenam, mendesain dan pengembangan pesan. Ketujuh, perencanaan mangemen, Kedelapan, pelaksanaan pelatihan. Kesembilan, implementasi atau pelaksanaan. Kesepuluh, Evaluasi program. 

Lain dari pada itu, kejelasan pesan dalam memberikan informasi nantinya tidak akan menimbulkan multi interpretasi.Hampir mirip efeknya dengan permasalahan media yang rusak, maka bagian ini berkaitan dengan kejelasan isi pesan itu sendiri misalnya, apabila pemberi pesan menggunakan  istilah-istilah yang sult dipahami oleh penerima pesan, maka jelas akan sulit bagi penerima pesan untuk memahami isi pesan dan akhirnya umpan balik juga tidak akan muncul. Demikian juga bila pemberi pesan tidak jelas dalam menyampaikan pesan akibat penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan latar belakang penerima pesan, maka akan muncul berbagai interpretasi. Akhirnya isi pesan akan bergeser, dan komunikasi tidak dapat mencapai tujuannya.

"Tatkala terbentuk opini negatif misalkan, banyak media massa yang digunakan untuk membentuk opini menyerang lawan saat pilkada ataupun pemilu ini juga sangat berbahaya. Kenapa?, tatkala opini terbentuk orang yang baik dan hebat bisa hancur," ungkapnya.

" Tapi tatkala media membangun opini yanh positif maka hal yang positif yang terserap didalam masyarakat," ujar Paiman Raharjo.

Memang cara melihat opini publik tidak mudah, disinilah peran media massa perlu adanya etika berkomunikasi dan perlu dibangun agar tidak menuai kecaman. Apalagi isi pesan yang disampaikan mengenai pemberitaan kedalaman informasi terkait laporan berita-berita investigasi, politik, hukum dan sebagainya.

Terlepas dari pengaruh opini positif dan negatif, pada intinya media massa  menjadi cerminan informasi yang memiliki peran penting dalam membentuk dua realitas dalam penyebaran informasi.

Dalam acara diskusi ini turut serta hadir Bapak Ir. Dody M. Zuhdi  Ir. Dody M. Zuhdi yang merupakan Owner/pimpinan Media CEO Group, Pimpinan umum Majalah CEO, konsultan media cetak & online Indonesia., Dan bapak Ongky Prasetia Hulu, S.Kom yang juga Owner/pimpinan umum Mata Media Online, web development & Ahli blogger. Serta para awak media dibeberapa kota besar di Indonesia.

Hal ini disampaikan pula oleh Zainal Abidin Jurnalis Majalah Ceo Group dan Mata Media Online Sekaligus  Web development dan ahli desain majalah ceo group mengatakan " Kegiatan Webinar season ke III ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dalam pentingnya 

kemampuan melakukan refleksi dan Peran Media Massa sebagai Opini Publik Hal ini juga sangat penting 

dilaksanakan sebagai sarana memperkenalkan refleksi yang benar dan memberikan 

manfaat terhadap proses belajar mengajar, sebagai evaluasi dan peningkatan 

kemampuan para Pelajar,mahasiswa,pekerja dan lain lain dalam berpikir kritis. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk 

menjawab tantangan para awak media dalam menanyakan pemberitan yang actual dan Fakta dilapangan sesuai Pemberitan yang ada .

Kegiatan ini bersifat diskusi ilmiah dalam tema Peran Media massa sebagai Opini Publik yang diberikan secara online Via Zooom dengan materi yang 

disampaikan oleh narasumber sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia Webinar Majalah Ceo Group serta membahas pentingnya refleksi dalam Media Cetak Dan Media Online.(Zainal Abidin).

 

Start typing and press Enter to search