-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

PMII Geruduk Kabupaten Sumenep

- November 01, 2021


SUMENEP, –   Kurang lebih 50 orang Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Geruduk kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep dianggap gagal dalam mengatasi angka pengangguran dan kemiskinan, Pembangunan, Banjir dan penegakan hukum diwilayah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin, 1/11/2021.

Pantauan dari Media ini massa aksi mulai berkumpul pukul 07.00 Wib, tepatnya di taman Tadjamara, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten sumenep dan langsung menuju kantor Pemerintah kabupaten Sumenep. tetapi, kegiatan diisi sesuai dengan kesepakatan bersama yaitu pembukaan, orasi, tetrikal, dan aksi telentang di tengah jalan.

Korlap aksip Yusril Adyan mengungkapkan, aksi dilakukan oleh Pengrus Komisariat, Jajaran Ketua Kayon, dan Kader-Kader terbaik PMII Universitas Wiraraja. Kemudian teatrikal dan aksi telentang di jalan oleh seluruh massa aksi dimaksudkan sebagai simbol ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi masalah.

Padahal, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep sebanyak 8,25 ribu jiwa, sementara garis kemiskinan sebesar Rp. 382.491 per kapita per bulan bertambah, Rp. 25.018. maka dalam hal itu menandakan ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi Investasi-investasi dan tidak mampu menyelesaikan persoalan.

” Pembangunan insfrastrukur di Kabupaten Sumenep yang tidak jelas, dan tidak adanya tindakan nyata pemerintah untuk mengatasi banjir ketika musim hujan, karena banjir tidak hanya terjadi di wilayah kota saja melainkan juga di beberapa wilayah di luar area kota,” Ujarnya

Selanjutnya Yusril menyampaikan, pembangunan tidak hanya tentang area kota atau pusat pemerintahan Peraturan RT/RW yang tidak tranparansi juga perlu dipertanyaan dalam termasuk mengatur ekosistem alam dan lingkungan.

Namun, Penegakan hukum di Kabupaten Sumenep juga masih tidak jelas. Salah satunya yaitu kasus: korupsi gedung dinkes yang hingga hari ini belum ada kejelasan dan membiarkan 3 tersangka tetap berkeliaran.

“Tindakan represif oleh aparat juga perlu ditindak tegas,”tegas yusril pada saat orasi.

Kemudian, Ia memaparkan 4 tuntutan aksi kepada pemerintah Kabupaten Sumenep diantaranya :

1. Menolak investor nakal yang mulai mengeksploitasi kekayaan alam di kabupaten Sumenep.

2. Penanganan banjir secara serius dengan memperhatikan pembangunan insfrastruktur dan tata ruang.

3. Tegakkan hukum yang tumpang tindih, dan tangkap tiga tersangka pelaku korupsi pembangunan gedung dinkes,

4. Hentikan sikap represit aparat terhadap aksi demonstrasi dan tuntaskan kemiskinan dan pengangguran.

Maka dari itu, kami melalui aksi ini p

kader-kader PMII Universitas Wiraraja yang merupakan mahasiswa peduli dan siap berada di garda terdepan menjaga warisan-warisan, baik yang diberikan oleh pendiri bangsa lewat kucuran keringat, air mata, dan darah.

” Kami akan selalu berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah demi kesejahteraan dan masa depan Kabupaten Sumenep,”tutupnya.

Hingga Massa membubarkan diri tidak satupun pejabat pemkab sumenep menemui peserta aksi.(asni)

 

Start typing and press Enter to search