NGANJUK - Tasyakuran Nguri-nguri Jumat Legi adalah ungkapan dalam budaya Jawa yang secara harfiah berarti "melestarikan. Hal tersebut sudah mendarah daging di kalangan keluarga besar Pemdes Bandung Prambon. jum,at 9/Januari/ 2026 sekira pukul 07. 00 Wib hingga selesai.
Tasyakuran Ritual Tumpengan ini di laksanakan di dalam Area Pendopo desa bandung yang di hadiri perangkat desa ibu PKK serta warga dan turut di hadiri kepala desa bandung Heru Subagyo .
" tradisi yang berkaitan dengan hari Jumat legi
Ini merujuk pada praktik dan keyakinan spiritual serta sosial yang dilakukan pada kombinasi hari dan pasaran khusus tersebut. adalah makna dan konteks dari nguri-nguri Jumat Legi serta Pelestarian Tradisi dan Budaya Jawa
Makna utama adalah menjaga agar nilai-nilai, adat istiadat, dan warisan budaya dari para leluhur tidak hilang ditelan zaman. Ujar Heru
Ini termasuk:
Praktik Sosial: Kegiatan gotong royong agenda ini dilakukan secara rutin pada Jumat Legi.
Tradisional: Mengajarkan filosofi hidup, etika, dan norma-norma Jawa yang relevan dengan hari tersebut kepada generasi muda agar nantinya tetap tidak lupa sama lelurnya itu salah satu tujuhan nguri nguri. .
Jumat Legi dianggap memiliki energi spiritual atau "power" khusus. Masyarakat Jawa percaya bahwa pada hari ini, gerbang alam gaib lebih terbuka dan energi alam semesta lebih mudah diakses.
Introspeksi Diri: Hari ini sering dimanfaatkan untuk merenung, bermeditasi, atau melakukan tirakatan (puasa/ritual prihatin) untuk membersihkan diri secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Keselarasan Alam Nguri-nguri Jumat Legi juga mencerminkan keyakinan akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan Tuhan, sesuai dengan konsep Hamemayu Hayuning Bawana. . Ungkap Heru (Red Bon.)





