BREAKING NEWS :
Loading...
JTN UPDATE :

Gara Gara sapi mati di Racun, warga ngepeh Loceret mengalami kerugian kurang lebih 300 juta

Dilihat 1 kali

 

JATIMURNEWS.COM
NGANJUK -  Kasus  sapi  di duga  di Racun  Dan di beli murah .. beberapa hari yang lalu masih  teringa di telinga  warga masyarakat  Nganjuk  dan viral di penjuru Mensos .di seluruh jagat raya   .sabtu .31/1/2026

Melalui kuasa hukumnya, para korban meminta Polsek Loceret membongkar tuntas mata rantai sindikat yang diduga menjadi otak di balik kematian belasan hewan ternak tersebut.

Insiden yang sempat viral ini mencuat setelah sedikitnya 10 ekor sapi milik enam peternak mati secara   kejang  mulut berbusa

Modusnya, pelaku diduga sengaja meracuni ternak warga agar bisa membelinya dengan harga murah saat kondisi hewan sekarat atau mati. Akibat aksi keji ini, total kerugian materiil para korban ditaksir mencapai Rp300 juta.

Trisnanto, kuasa hukum salah satu korban, menegaskan bahwa pola kejahatan ini mustahil dilakukan oleh satu individu secara amatir. Menurutnya, cakupan wilayah dan jumlah korban menunjukkan adanya organisasi yang rapi.

"Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang telah mengamankan satu terduga pelaku. Namun, melihat skala kerugian dan banyaknya korban, kami yakin ini adalah kerja sindikat. Kami mendesak polisi menangkap dalangnya, bukan sekadar pelaksana di lapangan," tegas Trisnanto kepada  kontributor  Jtn 

Ia menambahkan, penyidikan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Ia khawatir jika aktor intelektualnya tidak tertangkap, teror serupa akan kembali menghantui para peternak di wilayah Nganjuk.

Selain menuntut keadilan secara materiil, pihak korban juga menyebut bahaya laten bagi masyarakat luas. Diduga kuat, daging sapi yang mati akibat diracun tersebut berpotensi masuk ke pasar konsumsi.

"Ini bukan hanya soal pencurian atau perusakan barang penyiksaan  (hewan), tapi sudah menyangkut keamanan pangan nasional. Pelaku bisa dijerat dengan UU Peternakan dan UU Perlindungan Konsumen karena membahayakan nyawa publik melalui daging yang tidak layak konsumsi," lanjutnya.

Menanggapi tekanan dari pihak korban, Kapolsek Loceret AKP Triyono menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan sedang dalam tahap koordinasi dengan pihak kejaksaan.

"Sudah kami tangani, tinggal nunggu info dari

 kejaksaan, semuanya sudah melalui mekanisme dan arahan ucap Triyono 

Melalui pesan singkat .

(Bon)

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

 

KBLI : KBLI 63122 - 58130 - 73100 - 63990 - 60202


E CATALOGINAPROC E CATALOG & CORETAX SUPORT : JATIM INTI PERKASA

https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/
Klik https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/

REKENING BANK An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA BRI No. REK : 006501044064531

Hubungi Redaksi By Chat Whatsapp

Contact Form