NGANJUK - Semakin banyak perempuan Indonesia yang memiliki akses dan menunjukkan kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa sukses berkarier, tetapi juga mampu mengelola kehidupan pribadi dengan percaya diri. Ia memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan, menentukan jalan hidup, dan mengelola kehidupannya tanpa bergantung secara penuh pada orang lain.
Pada zaman dahulu, peran utama mencari nafkah dan mengambil keputusan dalam keluarga serta masyarakat umumnya dipegang oleh pria. Perempuan lebih banyak ditempatkan dalam peran domestik dan jarang diberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi, berkarir, dan hidup mandiri. Namun, seiring dengan perubahan sosial, pendidikan yang lebih inklusif, dan perjuangan kesetaraan gender, perempuan kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menentukan arah hidup mereka sendiri.
Pendidikan adalah hak semua orang dan menjadi fondasi akademik yang kuat membantu sebagai penunjang investasi utama modal yang sangat penting untuk berkontribusi. Pemikiran Kartini tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, kesetaraan hak, dan emansipasi tetap sangat relevan hingga saat ini. Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai, perjuangan untuk kesetaraan gender masih terus berlanjut. Isu-isu seperti kesenjangan upah, representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan, kekerasan terhadap perempuan, dan akses terhadap pendidikan yang setara masih menjadi perhatian.
Salah satu perempuan tangguh, Hamidah Apriani Eka Putri, S.Ak. adalah sosok Kartini modern, yang sedang meniti kariernya di bidang perpajakan. Keteguhan sosok perempuan tangguh ini, menjadi inspirasi bagi semua orang, dengan pencapaian yang diraih menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia sekarang sudah setara tanpa ada sekat seperti yang di cita-cita Kartini tempo dulu.
Hamidah perempuan asal Banyu Urip Lor, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur yang sekarang berdomisili di Perumahan Wringin Asri, Blok E No. 06, Dusun Wringin Kurung, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan dasar di SD GIKI 1, lalu melanjutkan ke SMPN 4 Surabaya dan SMAN 3 Surabaya.
Pendidikan tingginya ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, ia mengambil jurusan D3 - Akuntansi, sebelum melanjutkan studi S1 - Akuntansi di Kampus yang sama. Sejak masih duduk di bangku kuliah, Hamidah telah meniti karier di bidang perpajakan.
Karier Hamidah Asal Surabaya yang berdomisili di Gresik, Jawa Timur.
Ia bergabung dengan CV. Lanjari Mitra Konsultindo di Sidoarjo. Kariernya dimulai dari staf. Meski telah memenuhi syarat membuka praktik mandiri, Hamidah memilih tetap bergabung dengan CV. Lanjari Mitra Konsultindo. Menurutnya, lingkungan kerja memberikan proses pembelajaran, dan pengalaman, serta wawasan dalam berpraktik sebagai konsultan pajak yang berintegritas dan berprofesional, baik dari sisi teknis maupun etika profesi. Saat ini, Aktivitas profesional tersebut dijalaninya bersamaan dengan peran sebagai wanita, dengan rutinitas perjalanan Gresik – Surabaya – Sidoarjo.
"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjadi perempuan Indonesia yang menjadi penerus ibu Kartini" Ujar Hamidah.
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk semua perempuan Indonesia jangan takut bermimpi karena dari mimpi lah kita wujudkan apa yang kita impikan.
"Kartini modern adalah agen perubahan yang terus memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini Kartini, beradaptasi dengan tantangan zaman, dan menginspirasi generasi berikutnya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara." tambahnya. Setiap perempuan yang berani bermimpi, berjuang untuk haknya, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi lingkungannya dapat menjadi seorang "Kartini modern" di bidangnya masing-masing." Pungkasnya.
(Reb bon)






