NGANJUK - Suasana sakral nan meriah menyelimuti Bumi Rebeg, Kabupaten Nganjuk. Ribuan pasang mata menjadi saksi dihidupkannya kembali tradisi leluhur melalui perhelatan Grebeg Suro lan Haul Mbah Kanjeng Jimat yang sempat mati suri sejak tahun 2015 silam.
Acara akbar yang digelar pada Jumat (10/7/2026) ini ditujukan untuk ngalap berkah sekaligus mendongkrak kembali marwah wisata religi Makam Waliyullah Mbah Kanjeng Jimat. Rangkaian acara berlangsung spektakuler dengan menampilkan kesenian Reog Gembong Asmoro dan Jaranan Turonggo Wilis. Tidak hanya seni budaya, nuansa spiritual juga kental terasa dengan kehadiran Gus Zamrozi dari Ponpes Barengan Kaloran, yang akan memimpin gema Sholawat serta Istighosah pada Sabtu (11/7/2026).
Di balik megahnya acara ini, terdapat kisah kepedulian yang luar biasa dari sang inisiator, Gus Aris. Pria bertubuh tegap yang sehari-hari berprofesi sebagai lawyer di Nganjuk ini secara blak-blakan mengungkap bahwa pergelaran berskala besar tersebut murni didanai dari kantong pribadinya
Ia menjelaskan bahwa bantuan dari pihak luar sangat minim, sehingga ia rela merogoh kocek sendiri demi tegaknya budaya di tanah kelahiran.
"Alhamdulillah dengan acara dan agenda Reog ini, Jaranan ini, Sholawat, Istighosah, hanya dibantu 6 juta dari yayasan, itu pun hanya sementara dikasih 4 juta. Jadi murni biaya dari saya sendiri, tidak ada yang ngasih dan tidak ada yang nyumbang sama sekali," tandasnya
Ia menegaskan target utama dari acara ini adalah menghidupkan kembali sektor wisata religi setempat.
Acara ini kami gelar dalam rangka Grebeg Suro dan Haul Mbah Kanjeng Jimat," singkat Gus Aris.
"Karena Mbah Kanjeng Jimat itu juga termasuk waliyullah yang banyak dikunjungi wisata religi dan kita juga mau mengangkat, menyedot para peziarah-peziarah khususnya di makam Mbah Kanjeng Jimat," tungkas nya
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, atau yang akrab disapa Kang Marhaen, hadir langsung ke lokasi bersama rombongan sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap kelestarian budaya lokal. Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk ini pun diapresiasi langsung oleh Gus Aris.
Bupati Nganjuk Kang Marhaen, hadir semua tim se-Anjuk Ladang. Terima kasih atas kepedulian dan apresiasi Kang Marhaen sebagai Bupati Nganjuk yang ikut memberikan support. Menurutnya, acara Grebeg Suro ini baru kali ini diadakan, dari tahun 2015 setelah itu sampai saat ini baru ada ini," ucap gus Aris.
Gus Aris berharap momentum ini bisa memantik rasa tanggung jawab bersama (melok nduweni) terhadap kebudayaan daerah. Melalui perantara karomah Mbah Kanjeng Jimat, masyarakat Rebeg berharap Kabupaten Nganjuk senantiasa diberkahi.
Gus Aris berharap semoga kegiatan serupa bisa di selenggarakan setiap tahun dan menjadi agenda tahunan di alun alun Berbek ini. . Tutur Gus Aris
Boniman



