BREAKING NEWS :
Loading...

Merawat Tradisi , menjemput berkah Potret Guyup Rukun desa Paron .

Dilihat 1 kali

 


JAWATIMURNEWS.COM
NGANJUK - Nyadran adalah tradisi masyarakat yang masih mengakar kuat dalam Kebudayaan Jawa. Tradisi ini biasa dilakukan sebagai  bentuk  nguri nguri. 


Nyadran Desa Paron   merupakan tradisi yang tercipta dari proses akulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Selain untuk menghormati leluhur, Nyadran selalu dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan tradisi tersebut secara turun-temurun.


Hari ini  warga Paron  Tumplek blek  padati  lapangan  Guna menyakaikan   hiburan kesenian  Seni Reog dan Jaranan  yang setiap Tahun sekali di gelar desa Paron 



 Nyadran memiliki proses dan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda di setiap wilayah,  Tapi  desa Paron  punya khas tersendiri, dalam gelaran nyadran,  terlihat dari antusias warga  Gandrungi  dengan kesenian termasuk seni Reog dan Jaranan.  


Dalam agenda tahunan tersebut  turut di hadiri sesen aprika dewantono salah satu anggotan dewan muda Nganjuk 


,Kades Partono  menjelaskan ..

tradisi Nyadran ditujukan untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggalkan dunia dan untuk mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian. Nyadran juga dijadikan sarana untuk melestarikan budaya gotong royong sekaligus upaya menjaga keharmonisan masyarakat.  Semoga dengan di adakanya nyadran / bersih desa  salah satu bentuk sujud syukur  pada pendahulu Ika termasuk nenek moyang yang pertama babat desa Paron.  Tutur kades Partono 




Sejarah Nyadran

Tradisi Nyadran telah dilakukan sejak zaman Hindu-Budha sebelum Islam masuk dan berkembang di Indonesia. Pada tahun 1284, terdapat tradisi yang serupa dengan Nyadran yang disebut dengan Sradha. Meskipun sama-sama memberikan sesaji dan penghormatan kepada arwah orang yang telah meninggal, Sradha hanya dilakukan untuk memperingati kematian Raja.



Seiring perkembangan zaman, tradisi Sradha kemudian diterapkan oleh seluruh kalangan dan mendapat banyak pengaruh dari ajaran Islam. Pujian-pujian yang biasa dilantunkan dalam Sradha pun diganti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, zikir, tahlil, dan doa."


(Boniman)

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

 

KBLI : KBLI 63122 - 58130 - 73100 - 63990 - 60202


E CATALOGINAPROC E CATALOG & CORETAX SUPORT : JATIM INTI PERKASA

https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/
Klik https://katalog.inaproc.id/jatim-intiperkasa-globalmedia/

REKENING BANK An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA BRI No. REK : 006501044064531

Hubungi Redaksi By Chat Whatsapp

Contact Form