NGANJUK - Bersih Desa merupakan upacara adat Jawa sebagai ucapan terima kasih masyarakat atas karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi Jawa satu ini sudah mulai ditinggalkan di zaman modern seperti saat ini. Namun tradisi ini masih menjadi salah satu acara tahunan yang patut dilestarikan sebagai salah satu kekayaan ragam budaya yang ada di Indonesia khususnya di Dusun Bulakmiri desa Kaloran .kec Ngronggot. Jumat Paing .24/juli/ 2026. Di mulai sekira pukul 08. 30 wib
Agenda nyadran di punden tua Nyi Siti Dewi Rawiyah dusun Bulakmiri ini wajib dengan Tayuban . Kesenian tayuban menurut warga Bulakmiri menjadi keharusan.
Dalam sedekah bumi di punden nyi Siti Dewi ,r. Turut di hadiri Forpimcam , kades Kaloran DRS karjono .perangkat desa serta di kawal bhabinsa , babinkamtibmas desa Kaloran. Serta ribuan masyarakat dusun Bulakmiri.
Bersih desa merupakan simbol rasa syukur atas limpahan nikmat yang diberikan Tuhan, nikmat berupa rezeki, keselamatan, ketentraman, dan keselarasan hidup. Apalagi ketika duka pun masih banyak yang pantas disyukuri. Selain sebagai ucapan rasa syukur acara bersih desa juga bisa menjadi acara untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama warga desa dan juga untuk mengenang jasa para pendiri desa./ Orang yang babat alas desa
Acara ini diikuti oleh seluruh lapisan warga Dusun Bulakmiri mulai dari anak-anak hingga orang tua. Karena acara ini berlangsung setiap tahun maka antusias warga masyarakat begitu besar hal ini juga sekaligus menjadi cara warga Bulakmiri dalam melestarikan tradisi jawa yang sudah ditinggalkan mulai turun temurun. Ujar sesepuh dusun
Boniman




