MOJOKERTO - Menjelang pelaksanaan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, meminta anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 untuk menjaga disiplin, kekompakan, serta ketahanan fisik dan mental. Ia menegaskan, kesiapan pasukan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan baris-berbaris, tetapi juga sikap saling menghargai, mematuhi arahan pelatih, dan mampu menghadapi tekanan selama pemusatan pelatihan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto, dalam acara Pemusatan Pelatihan Paskibraka, Sabtu (15/8) malam, di Hotel Arayanna Trawas.
Sebanyak 80 anggota Paskibraka terpilih tersebut berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Mojokerto. Mereka telah berhasil melalui tahapan seleksi dan pemusatan pelatihan yang ketat untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Kalau ada teman yang mengalami kesulitan, bantu dan kuatkan. Kalian adalah satu pasukan. Karena itu, jangan sampai persoalan pribadi atau masalah-masalah kecil selama pemusatan pelatihan mengganggu kekompakan dan kesiapan kalian," tegas Bupati, yang akrab disapa Gus Barraa.
Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan pengalaman penting yang tidak hanya berkaitan dengan tugas mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka. Proses pembinaan tersebut menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memiliki kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan selamat atas terpilihnya adik-adik sekalian sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Gus Bupati.
Gus Bupati meminta seluruh anggota memanfaatkan proses pembinaan dan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Berbagai pengalaman yang diperoleh, terutama terkait kedisiplinan, jiwa korsa, ketahanan fisik, dan ketahanan mental, diharapkan menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Manfaatkan seluruh proses pembinaan dan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ambil ilmu dan pengalaman yang kalian dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, jiwa korsa, ketahanan fisik, dan ketahanan mental," pesannya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama pemusatan pelatihan. Para anggota diminta beristirahat cukup, makan secara teratur dan bergizi, menjaga kebugaran, serta mengikuti seluruh jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, ia meminta tidak ada tindakan insubordinasi maupun sikap yang bertentangan dengan arahan pelatih. Seluruh anggota harus saling menghargai, membantu, dan mendukung demi kelancaran tugas bersama.
"Jangan ada yang elek-elekan atau berbuat yang tidak baik. Saling menghargai, saling membantu, dan saling mendukung untuk kelancaran tugas bersama," pesannya.
Gus Barraa menilai latihan yang dijalani dengan serius merupakan bagian penting dalam membentuk kesiapan fisik dan mental. Karena itu, seluruh anggota diminta tidak mudah terbawa emosi ketika menghadapi kelelahan maupun tekanan selama pemusatan pelatihan.
Ia pun mengingatkan ungkapan, 'Lebih baik mandi keringat saat latihan daripada mandi darah saat pertempuran.' Menurutnya, pesan tersebut mengajarkan bahwa latihan harus dijalani secara serius, tegas, dan terukur agar anggota memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
"Saya ingin ketika tiba saatnya melaksanakan tugas, seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto berada dalam kondisi sehat, siap, disiplin, memiliki mental yang kuat, dan mampu tampil maksimal pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," tuturnya.
Lebih jauh, Gus Barraa berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal bagi para anggota dalam menghadapi kehidupan ke depan. Kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan terus diterapkan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Bupati juga mengingatkan bahwa pada 2045, saat Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaan, para anggota Paskibraka saat ini akan berada pada usia produktif dan memiliki peran dalam menentukan masa depan bangsa.
"Pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaan, kalian akan berada pada usia produktif dan memiliki peran dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan dan mental yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan," jelasnya.
Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelatih, instruktur, pembina, tim kesehatan, panitia, serta rekan-rekan pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kabupaten Mojokerto atas kerja keras dalam mempersiapkan Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026.
Ia berpesan agar seluruh anggota menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto serta menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
"Jalankan tugas sesuai dengan arahan yang telah diberikan dan berikan yang terbaik dalam pelaksanaan upacara nanti," pungkasnya.(Bams)




