MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto berupaya memperkuat kesiapsiagaan bencana kebakaran di tingkat desa. Hal ini dapat diketahui saat Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, secara resmi membuka kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, pada Rabu (26/8) pagi.
Dalam sambutannya di Balai Desa Mlirip, Mas Wabup, sapaan Muhammad Rizal, menyampaikan pentingnya peran vital relawan di tingkat desa mengingat ancaman kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan secepat mungkin. Menurutnya, keberadaan REDKAR sangat penting dalam membangun budaya siaga di tengah warga.
"Redkar adalah garda terdepan masyarakat dalam membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran," tegas Mas Wabup.
Ia juga menggarisbawahi terkait peran strategis para anggota REDKAR dalam situasi darurat, karena selain bertugas memantau kondisi lingkungan, relawan diharapkan mampu mengambil tindakan cepat dan terukur saat terjadi insiden sebelum tim teknis pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun tetap, Mas Wabup mengimbau agar keselamatan para REDKAR sendiri menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan.
"Apabila terjadi kebakaran, relawan yang berada paling dekat dengan lokasi dapat membantu memberikan informasi secara cepat kepada petugas, membantu mengamankan masyarakat, membantu proses evakuasi, serta apabila situasi memungkinkan dan aman, melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Namun saya tekankan, keselamatan tetap menjadi yang utama," imbaunya.
Sebagai penutup sesinya, Mas Wabup menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap jajaran yang telah memfasilitasi pembentukan REDKAR, khususnya kepada para warga yang secara sukarela mendedikasikan diri demi keselamatan lingkungan sekitar.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, Mari kita bersama-sama wujudkan Kabupaten Mojokerto yang semakin tangguh, semakin peduli, dan semakin siap dalam menghadapi bahaya kebakaran," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin yang hadir mendampingi Wakil Bupati menyampaikan laporan teknis pelaksanaan program pemberdayaan relawan kebakaran tersebut. Menurut Rinaldi, pembentukan REDKAR di Desa Mlirip merupakan komitmen berkelanjutan BPBD dalam meningkatkan kapasitas tanggap bencana di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Mojokerto.
"Pemberdayaan ini terus kami lakukan mulai dari awal tahun kemarin, dan Desa Mlirip ini adalah salah satu dari empat desa yang kami sasar dan selanjutnya, kami akan terus membentuk berbagai desa karena kami percaya inti penanganan bencana adalah kesadaran masyarakat," terang Kalaksa Rinaldi.
Melalui pembentukan REDKAR Desa Mlirip ini, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat diharapkan semakin solid guna meminimalisasi potensi bahaya dan risiko kerugian akibat bencana kebakaran yang bisa terjadi kedepannya.(Bams)
Dilihat 1 kali




