-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Gerakkan Kader Posyandu, Stunting di Wilayah Rungkut Surabaya Menurun

- November 07, 2021


 SURABAYA_JAWA TIMUR

Jawatimurnews.com - Tingkat angka stunting pada anak usia bawa lima tahun (Balita) di wilayah Kecamatan Rungkut Surabaya perlahan-lahan mulai menurun sekitar 60 persen.

Sebelumnya, kasus stunting atau kurang gizi kronis menjadi penyebab kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama. Sehingga, berdampak mengalami gangguan pada pertumbuhan, yaitu akan tinggi anak lebih pendek atau kerdil dari standar di faktor usianya di wilayah Kecamatan Rungkut Surabaya mengalami peningkatan sekitar 75 jiwa.

Namun, proses yang dilakukan oleh Kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) itu, kini kasus stunting di kawasan Surabaya Timur menurun menjadi sekitar 24 jiwa.

"Ini merupakan berkat para Kader Posyandu yang bergerak. Semuanya, kami gerakkan dengan tujuan agar masyarakat tidak ada satupun terkena stunting," kata Camat Rungkut Surabaya, Drs. Yanu Mardianto, M.Si., kepada jawatimurnews.com, Senin (8/11/2021).

Menurutnya, kasus stunting ini notabenenya bukan hanya dari warga setempat. Tetapi, ada juga yang dari non warga Surabaya atau musiman. Dampak stunting adalah, ada berbagai banyak faktor. Selain penyakit, juga faktornya, berdampak sosial dan ekonomi.

"Rata-rata di wilayah Kecamatan Rungkut Surabaya, telah sembuh dari stunting, hanya tinggal 24 anak masih mengalami tersebut," terangnya.

Oleh karena itu, Yanu berharap, terkait kasus stunting ini agar peran serta semua turut dilibatkan. Yang artinya, semua dapat menanganinya.

"Upaya itu kedepan arahan dari Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar dapat terselesaikan oleh Kader Posyandu untuk terus berkomunikasi ataupun memberikan informasi, baik ke Puskesmas, serta Kecamatan Rungkut Surabaya. Jika adanya stunting, supaya dapat diperhatikan," pesannya.

Yanu mengaku, kasus stunting ini harus diselesaikan secara bersama. Sehingga, bentuk kepedulian jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat mentuntaskan.

"Jadi, ketika ada kasus tersebut (stunting) semua pihak baik tingkat Kelurahan, Kecamatan, Puskesmas terus mensupport masyarakat. Selian itu, kami lakukan penyaluran bantuan bagi terkena stunting, tujuannya agar meringankan beban mereka," pungkasnya. (ynt/vn)

 

Start typing and press Enter to search