-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari








Loading

Ayam Ingkung Sebagai Hidangan Utama Slamatan Nduduk Pondasi Batu Plengsengan.

- Thursday, December 16, 2021
Dilihat 0 x



KEDIRI_JAWA TIMUR

jawatimurnews.com - Pagi yang Cerah Kasun Purwotengah melaksanakan acara kegiatan slametan Nduduk pondasi Batu Plengsengan bertujuan agar dalam pengerjaan diberi keselamatan dan kelancaran acara yang dilaksanakan di Dusun Purwotengah Kecamatan Papar, kabupaten  Kediri. Kamis (16/12/2021).

Turut hadir dalam acara kegiatan slametan tersebut diantaranya," Kepalah dusun Purwotengah, sesepuh desa, para pekerja/tukang, dan beberapa warga setempat yang terlibat dalam pembangunan plengsengan.

Berikut slametan dilakukan dengan cara mengundang beberapa warga dan perangkat desa Kemudian berkumpul dan melakukan doa bersama. Diakhiri  makan bersama  dengan Tujuan utama dari slametan adalah mendapat keselamatan dan perlindungan dari Tuhan Semesta Alam. Slametan juga merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur.

Adapun acara  dipimpin oleh Suyono salah seorang sesepuh, untuk mengawali kegiatan dengan sambutan, dan penjelasan maksud diadakannya slametan. Kemudian berlanjut pembacaan Surat Al-Fatekha  bersama - sama, serta bacaan Sholawat Nabi  Sebagai puncaknya doa bersama pun dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Selanjutnya salah satu orang bertugas memotong Ayam Ingkung tersebut dan  dibagikan sama rata untuk di makan bersama-sama diharapkan menjadi sebuah berkah bagi yang memakannya. 

Menurut Suyono selaku sesepuh Dusun setempat menyampaikan," Bagi masyarakat Jawa slametan selalu dilakukan hampir disemua kejadian. Mulai dari kelahiran, kematian, khitanan, pernikahan, dan yang kami lakukan hari ini adalah slametan nduduk pondasi, Lebih tepatnya tahap awal membuat pondasi sehingga Prosesi ini sering disebut dengan istilah “Nduduk Pondasi maksudnya menggali tanah untuk keperluan pondasi. Ada tradisi khas yang selalu dilakukan orang – orang di Dusun Purwo Tengah sama seperti masyarakat jawa pada umumnya, mereka mengawalinya dengan slametan.

Adapun hidangan yang disajikan yaitu, Jenang atau bubur beras yang ditengahnya diberi gula merah. Sesui namanya, digunakan sebagai perlambangan tolak bala, dan menu utama Ayam Ingkung  adalah masakan ayam utuh yang hanya diambil isi perutnya. Ini melambangkan keutuhan wujud, maksudnya segala harapan dan keinginan bisa terwujud atau tercapai.

Inilah yang menjadi salah satu kebahagiaan masyarakat di desa Purwo Tengah Kecamatan papar ini. Meskipun selamatan dengan cara sederhana tapi sangat besar maknanya.

Selesei acara slametan Para Tukang langsung turun mulai memproses pengerjaan dengan menggali pondasi tersebut.

Berikut Tentang slametan ini tentu saja ada pelajaran yang dapat dipetik diantaranya,  Kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Purwotengah, hal ini  mutlak diperlukan manusia sebagai makhluk sosial. 

Selebihnya Suyono juga mengungkapkan bahwa slametan juga mengajarkan untuk berbagi (sodaqoh) kepada sesama. Puncaknya slametan mengajarkan kita untuk selalau mengingat Tuhan dalam melakukan semua hal. Baik itu sebelum maupun sesudah. Karena sejatinya kehidupan hanya bersumber dari Tuhan Yang Maha Segalanya..


(Apin/ Sofi Adiguna Pratama).

 

Start typing and press Enter to search

a