-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari



Loading

Baru Viral POHON NATAL Berbahan SAPU LIDI,Di Gereja Katedral Purwokerto

- Wednesday, December 22, 2021
Dilihat 0 x


SELAMAT PAGI JTN

PURWOKERTO

jawatimutnews.com - Sebuah pohon Natal langka berbahan Sapu Lidi berdiri di depan Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pohon Natal dengan diameter 4 meter dan tinggi 5 meter itu disusun dari ratusan ikat sapu lidi. Pohon tersebut juga dilengkapi masker pada bagian tengah.

Ada masker dan dua buah suntikan berukuan cukup besar di bagian atas. Sementara pada bagian bawah terdapat ornamen bola plastik ukuran kecil berwarna merah dan hijau.

Dianjurkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara mengenakan masker seperti yang ada pada pohon natal tersebut.

Masyarakat juga diminta menjalani vaksinasi untuk melindungi diri dari Covid-19,  ucap Parjono.

"Kita tidak boleh lengah, karena ada varian baru. Meskipun demikian kita tidak boleh kehilangan harapan. Masker dan suntikan adalah usaha manusia supaya tidak tertular," ujar Parjono.

Ketua panitia natal Antoius Marwanto mengatakan, bahan pembuatan pohon natal tersebut dikumpulkan dari para jemaat dengan sukarela.

"Sapu sebanyak  ini sumbangan dari umat, termasuk bola-bolanya.Total berjumlah 525 ikat sapu lidi yang kami gunakan untuk membuat pohon natal ini," ungkapnya.

Pohon Natal unik itu dikerjakan dengan waktu ± 5 Hari oleh Umat Kristiani Purwokerto secara gotong royong.

Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto Sulpicius Parjono memberikan keterangan bahwa bahan dan berbagai ornamen pada pohon Natal tersebut sarat makna.

Ini merupakan simbol "Sapu lidi ini dipakai tukang sapu untuk membersihkan kotoran, salah satu kotoran yang ingin kita bersihkan adalah Covid-19," kata Parjono, Senin (20/12/2021).

Covid-19 dalam pohon tersebut disimbolkan dengan bola berwarna merah dan hijau.

"Berawal merah, makin lama makin baik keadaan berkat kerja sama semua pihak, maka virus makin terkendali, Banyumas sudah PPKM level 1"  Romo Parjono dalam penjelasannya.


(Syarif AR.jtn)

 

Start typing and press Enter to search

a