-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari








Loading

dr.Sanusi : Hilangnya Sabar dan Syukur (2)

- Thursday, December 02, 2021
Dilihat 0 x

 



dr Sanusi : ha…ha….ha..( kembali tertawa sembari memperbaiki letak jas nya ) wah…sri ini…sebagai wartawan kurang tinggi nih anten nya…ha..ha…saya itu anaknya peternak sapi sri… ( meminta ijin kepada Dae Yandi pemilik rumah, bisa duduk di kursi yang berada dekat pintu…”umi… ijin… saya duduk disini,” kursi sofa )

Saat saya kecil dulu, orang tua saya itu pemilik lahan yang luas ( kisahnya memulai cerita ) yang mengerjakannya mulai dari membajak hingga memanen itu adalah keluarga tetangga kerabat di dusun, mereka tidak di upah, tetapi hasil sawah itulah yang dikelola, hasilnya di bagi. Anak-anaknya tinggal dirumah kami, agar bisa bareng dengan saya pergi ke sekolah, kami tumbuh bersama, makan bersama tidur bersama dirumah saya, seperti saudara, dan itulah menjadi keluarga besar kami, setiap panen ayah saya itu mencatat hasil, membagi hasilnya, saya tidak pernah melihat ayah saya memberikan uang hasil panen pada mereka, tetapi hasil sawah itulah yang dibagikan, dan setiap akan bayar iuran sekolah, ayah saya menyisihkan uangnya untuk bayar SPP saudara saya yang lain, yang tinggal dirumah saya, begitulah siklus hidup kami setiap hari, tidak pernah ada perkelahian, sehingga kami semua merantau dan bisa seperti ini, kami seperti saudara, ada yang di Kalimantan, Sulawesi, Malang,Irian, Ambon, bahkan ada yang di Sumatra, jadi orang tua kami keliling memantau perkembangan kami semua, padahal kami bukan saudara kandung,” ujarnya.

Sri : ……terus beliau-beliau itu sekarang ini apakah masih hidup dan dimana.

dr Sanusi :…ada yang sudah wafat ada yang masih hidup…tetapi setelah angkatan saya menikah berkeluarga……kekerabatan itu sudah mulai hilang…hanya sampai saya saja…anak-anak kami tidak saling kenal..karena jarak dan waktu…dan juga…di wera sudah mulai berubah….cara berpikirnya…tinggal dan ikut orang saat ini dianggap menjadi pembantu…sehingga tidak adalagi kekerabatan itu.

Sri : apakah dengan kondisi itu ada hubungannya dengan peternakan sapi yang ingin di ceritakan…..

 

Start typing and press Enter to search

a