-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari

Loading

SOEPRIJADI

- Monday, January 10, 2022
Dilihat 0 x

 


BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHORMATI JASA PARA PAHLAWANNYA

SELAMAT PAGI JTN

SOEPRIJADI

Lahir                      :  Trenggalek 

                                   13 April 1923

Wafat.                   :   Tidak di ketahui

                                   19 Agustus 1973

Dimakamkan Di :  Tidak diketahui

Kata Bijak            : Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi.



SOEPRIJADI 

Pahlawan Nasional Indonesia

Dikenal dengan nama Sodancoh Soeprijadi

Lahir di Trenggalek, 13 April 1923 

Menghilang 14 Februari 1945,

(dinyatakan Waffat pada 9 Agustus 1975) 

Soeprijadi adalah Pemimpin Pemberani  pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Ayahnya bernama Raden Darmadi yang dikenal sebagai Bupati Blitar saat kemerdekaan Indonesia.

Ibu Supriyadi bernama Raden Roro Rahayu merupakan keturunan bangsawan yang wafat ketika Supriyadi masih kecil dan kemudian diasuh oleh ibu tirinya yang bernama Susilih.

Untuk menghormati jasa-jasanya, Presiden Soeharto mengangkat Supriyadi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Kepres No. 063/TK/1975, ditetapkan pada tanggal 9 agustus 1975.

Soeprijadi merencanakan pemberontakan pada  september 1944. Kawan-kawan supriyadi ketika itu yang ikut seperti Halir Mangkudijaya, Muradi dan Sumanto. Supriyadi sempat berkata dalam pertemuan tersebut :

"Kita sebagai bangsa yang ingin merdeka tidak dapat membiarkan tentara Jepang terus menerus bertindak sewenang-wenang menindas dan memeras rakyat Indonesia. Tentara Jepang yang makin merajaiela itu harus dilawan dengan kekerasan. Apa pun dan bagaimana pun pengorbanan yang diminta untuk mencapai kemerdekaan In­donesia kita harus rela memberikannya."

"Akibat dan resiko dari perjuangan kita sudah pasti. Paling ringan dihukum tahanan dan paling berat dihukum mati. Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan atau pun gaji yang tinggi." 


Sumber : Jtn Media Network 

(Syarif AR. Jtn)

#Dari Berbagai Sumber 

 

Start typing and press Enter to search

a