-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari



Loading

Tanam Cavendish, Omzet Ratusan Juta

- Wednesday, January 05, 2022
Dilihat 0 x




DESKOBIS

JAWATIMURNEWS.COMPotensi pertanian di Bojonegoro semakin lama semakin luas. Berkesempatan untuk melihat kebun Pisang Cavendish milik Istana Banana, komoditas buah tropis ini tumbuh subur di lahan yang dulunya Potensi pertanian di Bojonegoro semakin lama semakin luas. Berkesempatan untuk melihat kebun Pisang Cavendish milik Istana Banana, komoditas buah tropis ini tumbuh subur di lahan yang dulunya dipergunakan untuk sawah. Tepatnya di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Dari kota bisa ditempuh sekitar 30 hingga 45 menit. Kebunnya terletak tepat di tepi jalan yang telah dicor. Mundzirul Hafidz, pembudidaya pisang Cavendish asal Desa Pilanggede ini mengatakan, tak menyangka akan menjadi petani. Terlebih lagi sebagai pembudidaya Pisang Cavendish. Bermula dari pandemi, perusahaan travel umroh dan haji plus miliknya tidak menjadwalkan perjalanan. Sehingga, Hafidz, sapaan akrabnya memutuskan untuk menanam pisang.

Ukuran panjang buahnya pun berkisar antara 20 hingga 25 centimeter. Sementara jarak antar pohon dibuat dua meter. ‘’Awalnya banyak yang bilang, tanah sawah bagus-bagus, kok ditanduri (ditanami) pisang? Nah, semakin hari kelihatan prospek bagus, akhirnya banyak yang menanam Pisang Cavendish juga,” ujar Hafidz saat ditemui langsung di kebunnya.

Katanya, dalam delapan bulan, Hafidz memperoleh omzet mencapai kurang lebih Rp100 juta hanya dari penjualan bibit. Hasil yang sama juga berlaku untuk penjualan buahnya. Satu bibit Pisang Canvendish seharga Rp10 ribu. Baik itu ukuran bibit berukuran kecil maupun besar. Satu tundun antara Rp300 ribu - Rp400 ribu. Sementara harga satu sisir saat ini antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.

“Awal saya beli bibit dulu harganya Rp25 ribu. Karena saat ini saya bisa pembibitan sendiri, saya jual Rp10 saja. Nggak mau mahal-mahal,” ucapnya, Minggu (12/12/2021).

Sementara jumlah pohon dan bibitnya kini mencapai 4.000 dilahan kurang lebih ¾ hektar dibagi menjadi dua lahan. Konsumen pun dari berbagai provinsi. Mulai dari Surabaya, Madura, Bogor hingga Kalimantan. Permintaan pun dari berbagai kalangan. Seperti untuk resepsi pernikahan dan pengusaha katering program diet.

“Untuk pemanfaatan, semuanya bisa diolah. Mulai dari batang, pelepah, daun, hingga kulitnya. Kulitnya biasanya digunakan untuk kecantikan alias kalau istilah anak muda bisa bikin wajah glowing,” jelasnya sambil tertawa.  

Hafidz pun juga turut memamerkan hasil olahan Pisang Cavendish. Di antaranya keripik pisang, bolu pisang, dan pisang krispi. “Pisang Cavendish juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes,” tuturnya.  

Hafidz pun dengan gembira mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro karena infrastuktur jalan yang kini telah nglenyer. Sehingga akses menuju kebun pisang mempermudah konsumen untuk beli langsung ke kebun. 

Tertarik untuk budidaya Pisang Cavendish? Atau beli buah dari tangan pertama? Bisa menghubungi ke nomor berikut. WA : 081554773939 untuk sawah. Tepatnya di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Dari kota bisa ditempuh sekitar 30 hingga 45 menit. Kebunnya terletak tepat di tepi jalan yang telah dicor. Mundzirul Hafidz, pembudidaya pisang Cavendish asal Desa Pilanggede ini mengatakan, tak menyangka akan menjadi petani. Terlebih lagi sebagai pembudidaya Pisang Cavendish. Bermula dari pandemi, perusahaan travel umroh dan haji plus miliknya tidak menjadwalkan perjalanan. Sehingga, Hafidz, sapaan akrabnya memutuskan untuk menanam pisang.

Ukuran panjang buahnya pun berkisar antara 20 hingga 25 centimeter. Sementara jarak antar pohon dibuat dua meter. ‘’Awalnya banyak yang bilang, tanah sawah bagus-bagus, kok ditanduri (ditanami) pisang? Nah, semakin hari kelihatan prospek bagus, akhirnya banyak yang menanam Pisang Cavendish juga,” ujar Hafidz saat ditemui langsung di kebunnya.

Katanya, dalam delapan bulan, Hafidz memperoleh omzet mencapai kurang lebih Rp100 juta hanya dari penjualan bibit. Hasil yang sama juga berlaku untuk penjualan buahnya. Satu bibit Pisang Canvendish seharga Rp10 ribu. Baik itu ukuran bibit berukuran kecil maupun besar. Satu tundun antara Rp300 ribu - Rp400 ribu. Sementara harga satu sisir saat ini antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.

“Awal saya beli bibit dulu harganya Rp25 ribu. Karena saat ini saya bisa pembibitan sendiri, saya jual Rp10 saja. Nggak mau mahal-mahal,” ucapnya, Minggu (12/12/2021).

Sementara jumlah pohon dan bibitnya kini mencapai 4.000 dilahan kurang lebih ¾ hektar dibagi menjadi dua lahan. Konsumen pun dari berbagai provinsi. Mulai dari Surabaya, Madura, Bogor hingga Kalimantan. Permintaan pun dari berbagai kalangan. Seperti untuk resepsi pernikahan dan pengusaha katering program diet.

“Untuk pemanfaatan, semuanya bisa diolah. Mulai dari batang, pelepah, daun, hingga kulitnya. Kulitnya biasanya digunakan untuk kecantikan alias kalau istilah anak muda bisa bikin wajah glowing,” jelasnya sambil tertawa.  

Hafidz pun juga turut memamerkan hasil olahan Pisang Cavendish. Di antaranya keripik pisang, bolu pisang, dan pisang krispi. “Pisang Cavendish juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes,” tuturnya.  

Hafidz pun dengan gembira mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro karena infrastuktur jalan yang kini telah nglenyer. Sehingga akses menuju kebun pisang mempermudah konsumen untuk beli langsung ke kebun. 

Tertarik untuk budidaya Pisang Cavendish? Atau beli buah dari tangan pertama? Bisa menghubungi ke nomor berikut. WA : 081554773939


Sumber : Jtn Media Network 

(R. Priyo Wardoyo)

 

Start typing and press Enter to search

a