-->
Loading...
Info/Berita Jtn Hari Ini |
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari

Banjir Dijembatan Bokwedi Makin Besar Salah Siapa ?, Ini Dosa Siapa ?

- Monday, February 07, 2022
Dilihat 0 x

 

Foto : Sofi Sofyan Korlip Jtn

PASURUAN_JAWA TIMUR

JAWATIMURNEWS.COM - Banjir lagi-lagi terjadi di Jembatan Bokwedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan.

Berbeda dari sebelumnya banjir yang terjadi kali ini, dikategorikan adalah yang terbesar sepanjang 5 kali sebelumnya terjadi di Bulan Januari Tahun 2022 lalu, dan kembali terjadi kali ini Minggu (06/02/2022) Malam.

Sigap melakukan pemantauan pada warganya, dengan terjun langsung kelokasi setiap kali banjir terjadi, adalah H. Syaifudin, selaku Lurah Blandongan dan Camat Bugulkidul Alyasa Akbar, yang turut berjibaku bersama petugas dari DLHKP, Kota Pasuruan, Dinas PUPR, BPBD, dan TAGANA serta dari Instansi terkait lainnya di Kota Pasuruan.

Dalam penyampaiannya kepada Jtn Media Network (JAWATIMURNEWS.COM) H, Syaifudin, selaku Lurah Blandongan 

mengatakan, banjir yang sering kali terjadi tepatnya di Jembatan Bokwedi tersebut, jelas berbeda dengan banjir yang terjadi diwilayah

lain-lain.

Pasalnya jelas terlihat arus air kiriman dari hulu yang sangat besar tersebut tidak sampai melampui tingginya pembatas sungai (ANDIL) "Kita lihat bersama derasnya arus air tidak sampai melampaui pembatas sungai. Artinya banjir sebenarnya tidak akan terjadi jika tidak dikarenakan faktor lain yang menyebabkan air meluber kejalan dan masuk ke pemukiman warga," Tandas Lurah H. Syaifudin.

"Saya harap ada tindakan yang lebih siknifikan dari beliau-beliau yang diatas. Saya selaku Lurah disini menyampaikan melihat kondisi seperti ini, tidak lagi sebagai keinginan tapi ini sudah kebutuhan. Karna korban dari masyarakat sudah sangat banyak khususnya warga saya Kelurahan Blandongan."Tegas Lurah.

Hal senada juga disampaikan oleh masyarakat setempat, jika banjir di jembatan Bokwedi, berbeda dengan didaerah lain, pasalnya bukan disebabkan oleh debit air yang melebihi tanggul sungai melainkan arus deras air dari hulu menabrak terbin jembatan karena sudah terlalu pendek dengan dengan air, juga jembatan kabel telkom Rel Kereta Api.

"Kan jelas itu mas, arus air masih dibawah tanggul. Artinya banjir ini sering terjadi lantaran pertama sungai yang kurang dalam, jembatan yang harus ditinggikan juga itu jembatan kabel Telkom dan Rel Kereta Api juga harus ditinggikan," Ujar warga dilokasi banjir, namun enggan disebut identitasnya. 


Adapun harapan dari masyarakat, neminta agar pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait lebih pro aktif melakukan normalisasi kali petung tersebut, karena sebenernya bertahun-tahun masyarakat hanya bisa sambat ngenes setiap kali banjir terjadi, dan anehnya kendati sudah jelas penyebabnya masih saja belum ada tindakan untuk menghela sehingga tidak berdampak lagi pada masyarakat.

"Seingat saya dulu antara jembatan dan air sungat sangat tinggi, tapi lambat laun semakin pendek. Jadi itu juga membuktikan jika sungai semakin dangkal dan harus dilakukan pengerukan agar dalam lagi."Sahut warga yang lain.

Disisi lain tampak petugas dari Polsek Bugulkidul Polres Pasuruan Kota, sigap melakukan pemantauan lokasi banjir serta segera mengatur arus lalulintas untuk menghindari terjadinya kemacetan yaitu di Simpang 3 Terminal Baru juga di Simpang Empat Apotik Kota Pasuruan.


Sumber : Jtn Media Network 

(Sofi Sofyan)

 

Start typing and press Enter to search