Dilihat 1 kali
MOJOKERTO – SMKN 1 Pungging kabupaten Mojokerto adakan peringatan Hari Guru Nasional 2025, acara tersebut dilaksanakan aula gedung SMKN 1 Pungging, Senin (24/11/2025) pagi.
Acara tersebut diselenggarakan secara serentak pada tanggal 24 November 2025 pada satuan pendidikan baik SMK negeri maupun swasta masing-masing berdasarkan kompetensi keahlian yang dimiliki.
Dalam hal ini, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto," Mudianto, S.Pd., M.M." menyampaikan, bentuk pelayanan untuk kegiatan Bakti SMK contohnya seperti Teknik Kendaraan Ringan berupa servis ringan, pengecekan rem, accu, oli, dan kelistrikan, sedangkan untuk Teknik Sepeda Motor berupa servis ringan, penyetelan rem, rantai, dan pengecekan lampu,” sedangkan untuk Kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolestrol, dan konsultasi kesehatan, ucapnya
" Tata Boga berupa penyediaan snack sehat, demo memasak, dan edukasi gizi. Tata Kecantikan berupa grooming, facial basic, dan hair styling. Untuk Program Keahlian lainnya dapat menyesuaikan,” terangnya.
Maksud dan tujuan kegiatan Bakti SMK untuk guru dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi peserta didik sekolah kepada para guru yang telah berdedikasi dalam memberikan layanan pendidikan.
“Tujuan kegiatan ini antara lain menumbuhkan rasa hormat dan kepedulian peserta anak didik kepada guru. Selain itu memberikan layanan kepada guru sesuai kompetensi program keahlian di SMK. Disisi lain juga memberikan ruang praktik nyata bagi siswa dalam melaksanakan pekerjaan berbasis jasa serta meningkatkan citra positif SMK melalui layanan profesional kepada guru,” ungkapnya.
Kepala SMKN 1 Pungging Kabupaten Mojokerto, " Muharto, S.Pd., M.M." yang juga ketua MKKS SMKN kabupaten Mojokerto setelah bertemu awak media, mengapresiasi dengan adanya kegiatan bakti SMK di SMKN 1 Pungging Kabupaten Mojokerto, dengan harapan guru mendapatkan layanan profesional sesuai kompetensi SMKN 1 Pungging Kabupaten Mojokerto.
Selain itu, siswa juga memperoleh pengalaman praktik nyata dengan terbentuk budaya melayani dan menghormati guru,”.ujarnya.(Bams)




