NGANJUK - Swadaya warga di dua dusun waung dan bendo murni dari iuran masyarakat .
termasuk melalui gerakan iuran, terbukti efektif dalam membiayai pembelian lahan untuk pelebaran makam di dusun bendo desa sonoageng ( Minggu 15/Pebruari / 2026. Sekira pukul 09 .00wib
saat lahan lama penuh. Inisiatif ini sering kali menjadi solusi cepat karena keterbatasan dan lambanya penanganan .
Sebenarnya makam adalah diprioritaskan terdahulu dari pada pembangunan lainya ujar Fatkur
dan ini Contoh Nyata: Warga di dua dusun yaitu dusun bendo dan dusun waung berhasil membeli lahan pelebaran makam baru
hasil suwadaya murni masyarakat tanpa bantuan dari dana desa dan bantuan lainya
Ini betul betul murni iuran /
Penggalangan Dana: Gerakan Swadaya Masyarakat (GARDAMAS)
berhasil menggalang dana untuk membeli lahan makam senilai hampir Rp 500 juta.
Langkah ini menunjukkan tingginya kepedulian sosial warga untuk memenuhi kebutuhan dasar makam umum
Untuk penggalangan dana pihak dua dusun telah membentuk panitia gerakan swadaya masyarakat ,( Gardamas ). Yang di ketuai Fatkur warga setempat .
Fatkur dan panitia lain biar tidak saling curiga setiap dana yang masuk tiap tiap RT, Di buatkan Banner agar bisa saling mengecek Pemasukan dan pengeluaran selama pelaksanaan pembangunan Pelebaran makam umum
Saat di wawancarai beberapa awak media Fatkur menjelaskan kronologi terjadinya Pembangunan pelebaran makam
Makam yang ada telah penuh dan warga beberapa kali mengusulkan ke pihak pemdes sonoageng Di anggap kelamaan penganggaran dari desa bilang pakai ini dan ini,
Warga sepakat dengan cara suwadaya dengan cara iuran setiap perumah di kenakan dana Rp 250.000 .
Dengan cara ini warga di dua dusun mampu membeli tanah seluas 125,5 Ru. Untu pelebaran makam umum ...ujar Fatkur
(Bon.)






