Dilihat 1 kali
MOJOKERTO – Komitmen terhadap keselamatan kerja terus diperkuat. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mojokerto menggelar simulasi penanganan kebakaran (fire drill) bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mojokerto acara tersebut dilaksanakan, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BRI Cabang Mojokerto, Jalan Mojopahit No. 378, Mergelo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini melibatkan seluruh karyawan, termasuk petugas keamanan sebagai garda terdepan dalam kondisi darurat. Simulasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko sekaligus upaya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja perbankan.
Dalam hal ini, Manager Operasional BRI Mojokerto, " Nurul Khomar Gayam " menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan seluruh insan BRI memiliki kesiapan, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan dan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, sekaligus praktik langsung bersama Damkar,” ujarnya.
Dalam simulasi, peserta mempraktikkan langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan skenario kebakaran ringan di area kantor, latihan ini bertujuan agar pekerja mampu melakukan penanganan awal sebelum api membesar.
Tak hanya praktik, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penyebab umum kebakaran, langkah pencegahan, hingga prosedur penanganan yang aman dan terstruktur. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif oleh tim Damkar dengan pendekatan manajemen risiko.
Sementara itu, pihak Damkar Kabupaten Mojokerto turut menjelaskan konsep dasar terjadinya kebakaran melalui teori fire triangle, yang terdiri dari tiga unsur utama: oksigen, bahan bakar, dan panas. “Kebakaran umumnya berawal dari api kecil. Jika tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi besar.
Penanganan awal sangat menentukan, dan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas keamanan,” jelas perwakilan Damkar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Ke depan, BRI Cabang Mojokerto berkomitmen untuk mengintensifkan pelatihan serupa secara berkala, dengan target dua hingga tiga kali dalam setahun. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten.
Sinergi antara sektor perbankan dan instansi penanggulangan bencana ini diharapkan mampu menjadi contoh dalam penguatan manajemen risiko di sektor pelayanan publik.(Bams)




