NGANJUK - Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Polsek warujayeng memberikan pembekalan kepada ratusan siswa baru SMPN 1 Tanjunganom melalui program Police Goes to School, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut bertujuan sebagai upaya membentuk karakter pelajar yang disiplin, taat hukum, dan mampu menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja sejak dini.
Dalam penyuluhan itu, para siswa mendapatkan materi mengenai kenakalan remaja, ketertiban berlalu lintas, bahaya perundungan (bullying), serta penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Petugas mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas maupun tindakan yang melanggar hukum. Selain itu, siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai sesama, menjaga etika dalam bergaul, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kapolsek warujayeng Kompol H ,Ahmad Junaidi .SH . Di dpingi wakapolsek P syukur serta Aiptu Hengki Wardana panit 3 samapta Polsek
Pandiangan, mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif Polri untuk membangun karakter pelajar sejak awal tahun ajaran baru.
"MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya disiplin, menjauhi kenakalan remaja, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta tidak melakukan perundungan terhadap sesama teman.
Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, taat hukum, dan mampu menjaga nama baik sekolah maupun keluarga," ujar Kompol H Ahmad Junaidi sh
Ia menambahkan, Polsek warujayeng akan terus menggencarkan program Police Goes to School sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada kalangan pelajar.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun kedekatan antara polisi dan pelajar, hub sehingga mereka tidak ragu untuk berdiskusi maupun melapor apabila menghadapi persoalan di lingkungan sekolah. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kenakalan remaja,"tuturnya
Boniman




