-->

Terobosan Polda NTB Bentuk Batalyon Pcare, Ini Tujuannya

- September 30, 2021


 NTB - Demi menuju Herd Immunity, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat terobosan dengan membentuk batalyon Pcare yang bertugas menginput data bagi masyarakat yang telah divaksin ke aplikasi Pcare.

"Kami laksanakan ini tujuannya aga masyarakat dan Pemerintah setempat akan mengetahui percepatan informasi terkait pencapaian program vaksinasi nasional serta bagi warga yang sudah dilakukan vaksin.

Selebihnya, pada wilayah Lombok Tengah, yang strategi vaksinasi dilakukan door to door. Namun, terkendala koneksi internet. Sehingga, tidak bisa rill time data masyarakat yang divaksin masuk ke sistem aplikasi Pcare.

"Jadi, beberapa lokasi vaksinasi banyak terdapat wilayah terkendala pada signal internet ya, dimungkinkan akan kondisi faktor alam, sebab desa Lombok Tengah masih sangat banyak perbukitan terjal, lembah, dan lautan.

Akan tetapi, mungkin saja sedikit berbeda pada di sekitar perkotaan. Maka itu, dibutuhkan tim khusus (Timsus) uagar menginput data warga setempat yang sudah melakukan vaksin pad tempat yang ada singnal internet," terang Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Jum'at (1/10).

Masih kata Iqbal, Batalyon Pcare dipusatkan di Kantor Polres Lombok Tengah. Setiap harinya, batalyon yang terdiri dari berjumlahkan sebanyak 180 petugas gabungan terdiri dari Kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), maupun relawan yang bekerja siang dan malam untuk menginput data masyarakat yang usai divaksin.

"NTB menjadi tuan rumah perhelatan Internasional World Superbike di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, salah satu persyaratan mencapai 70 persen masyarakat harus telah di vaksinasi," beber mantan Wakapolda Jawa Timur ini.

Iqbal kembali menyampaikan, berdasarkan data di Polda NTB, pelaksanaan harian vaksinasi pada 19 September mencapai 16.572 orang. Lalu hari selanjutnya, 39.818 orang (20 September), 40.005 orang (21 September), 38.394 orang (22 September), 39.097 (23 September), 33.526 (24 September), 32.618 (25 September), dan 15.272 (26 September)," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rondonuwu mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kapolda NTB yang menggagas Batalyon Pcare membantu pemerintah pusat dalam percepatan pembaruan data vaksinasi.

Oleh karena itu, dengan mendorong terobosan tersebut, diharapkan bisa meniru pada Provinsi lain di Indonesia. "Kami sampaikan, yang telah dilaksanakan oleh Kapolda NTB sebagai percontohan terobosan menjadi model dan dapat direplikasi di daerah lainnya. Jadi, estimasi data manual yang sudah tervaksin belum masuk Pcare ada sekitar sebelas juta," katanya. (Novian F)

 

Start typing and press Enter to search