-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Gubernur Zul sigap & IDP Ksatria.

- November 24, 2021


NUSA TENGGARA BARAT

jawatimurnews.com - Dihari yg sama pasca demo petani, sorenya Gub menelpon Menteri Perdagangan, (lihat status fb Zul). Menteri perdagangan mengutus salah satu Dirjen. Gub Zul menggelar rapat bersama Wakil Bupati.

Ekspos hsl pertemuan yg tersaji dimedia oneline bahwa Gub Zul akan segera menuntaskan apa yg sedang menjadi tuntutan petani. Karena itu scr tehnis Gub memerintahkan Dinas terkait Propinsi dan mengarahkan Dinas terkait Kab untuk ngumpulin bawang petani.

Masalahnya Gub Zul tdk punya jalur instruksi dan atau komando ke Dinas Kab. Atasan Dinas Kab adalah Bupati. Gub selayaknya posisikan kewenangan secara proporsional untuk menjernihkan tingkat pemahaman publik sampai pada batas mana domain otoritas dgn kapasitas yg ada. Kendati begitu, kita menangkap ada itikad positif Gub Zul.

Menjadi persoalan bahwa Sigap Gub Zul tanpa implementasi adalah emosional dan bahaya bila ada arus balik. Mungkin Gub Zul lupa itu. Sikap Sigap Gub Zul adalah PR baginya. Dia berusaha memecahkan PR itu seperti memecahkan teka-teki. Bisa gagal, bisa berhasil. Semoga berhasil.

Ksatria IDP tidak sepengecut yg memberi penilaian dgn nada buly dan nyinyir kebencian hanya karena ketidakpuasan personal. Lantas ketidakpuasan itu digiring ke agenda publik. Tidak demikian seyogyanya memperjuangkan kemurnian arti penderitaan petani.

IDP dgn segala resiko seorang perempuan (pemimpin) jentelmen menghadapi ribuan pendemo. (Lihat pidato IDP yg sama sekali tidak memberikan janji manis). IDP tau keadaan, faham kondisi, mengerti situasi. Gub Zul sigap, IDP berjuang.

Yang membedakan mereka ad Gub Zul berani janji hitam putih, IDP memilih berjuang. Sama-sama belum menunjukan hasil. “Tapi Gub Zul sungguh-sungguh menawarkan posisi untuk ditagih”!

Bila sudah kadung janji pak Gub, sebaiknya ambil lagi posisi sigap bergandengan tangan dengan Bupati langsung turun observasi lapangan di pemukiman petani bawang.

Kadang membicarakan kepentingan rakyat di
pemukiman kumuh lebih damai dan tentram dihati rakyat jelata ketimbang angkat android dalam kamar pribadi. Toh itu gelap bagi rakyat!
Yang mendesak Rakyat minta pemerintah bawangnya dibeli. Itulah solusi satu-satunya yg petani tawarkan. (Ranti)


 

Start typing and press Enter to search