-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari








Loading

Rencana Relokasi PKL Malioboro Januari 2022 Kembali Bergulir

- Wednesday, December 01, 2021
Dilihat 0 x



YOGYAKARTA

Jawatimurnews.com - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro, Yogyakarta, kembali bergulir menjelang akhir tahun ini. Sekretaris DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, perpindahan  akan berlangsung pada Januari 2022,ucap  nya.

Sudah barang tentu timbul gejolak diantara para PKL terutama para Pedagang Asongan, ditengah kepastian nasib para pedagang asongan Malioboro.

Apa lagi di tambah  perlakuan petugas   UPT PKCB Malioboro dan Jogoboro yang dipandang oleh mereka tidak adil dan tegas.

Seperti halnya Pedagang Asongan yang menggunakan Troli, es teh pakai nampan ditindak padahal resmi pakai rompi biru, Malah yang pakai Gerobak dorong seperti contoh gerobak Bakso,Cilok,  Rujak dll yang tidak resmi menurut mereka dibiarkan saja bebas jualan oleh para petugas.

Terutama Asongan yang ada di jalur Pedestarian

sebelum di relokasi ini perlu ditegasin oleh Jogoboro/ petugas UPT agar adil, meski Asongan asal daerah setempat, hindari perbedaan Kasta, karena Pedagang Asongan dan PKL Malioboro ada nilai historinya,  harap Pedagang  Asongan.

Disisi lain Sekretaris DI Yogyakarta berharap para pedagang bersedia ikut rencana relokasi agar lebih baik, dikatakan Aji pada  Senin (29/11)

Rencananya PKL di sepanjang jalan Malioboro akan di relokasi ke 2 titik, titik pertama (1) Pusat UMKM di pindah ke bekas Bioskop Indra/ didepan Pasar Beringharjo(ujung selatan Malioboro).

Dan titik ke 2 di bekas Kantor DisPar Yogyakarta ( ujung utara Malioboro).

Menanggapi rencana relokasi PKL Malioboro, Ketua Komunitas PKL Tri Dharma Malioboro, Rudiarto mengatakan sudah menerima informasi,para PKL diminta pindah pada Januari 2022. "Tetapi kami belum tahu tanggal berapa?," katanya. "Kami bingung,dan belum bersikap karena harus membahas hal ini dengan anggota."tegas Rudiarto.

Terlebih, baru beberapa hari lalu mereka menjalani mediasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menyelesaikan masalah dengan salah satu toko di Jalan Malioboro,

persoalannya, toko tersebut memasang kursi di lapak yang biasa dipakai berjualan oleh PKL, tambah Rudi.  

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Malioboro, Ekwanto mengatakan, Pemerintah sedang mensosialisasikan penataan Malioboro ,"Kami mulai sosialisasi bulan ini supaya PKL tidak kaget,” kata Ekwanto. Menurut dia, relokasi PKL merupakan kewenangan Pemerintah DI Yogyakarta, sedang Pemerintah Kota Yogyakarta bertugas menyampaikan informasi tersebut,  pungkasnya.

(Syarif AR.jtn)

 

Start typing and press Enter to search

a