-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Saran Dari Pakar Aji Dudi, Terkait Keluhan Petani Bawang Di Bima

- November 21, 2021



LIPUTAN KHUSUS

jawatimurnews.com - Saran dari pakar terkait keluhan petani bawang di Bima

Aji Dudi :

Mestinya BPS bisa menyediakan informasi seputar berapa kebutuhan dasar bawang merah baik ditiap daerah maupun nasional seperti layaknya bursa efek. Tetapi itu data-data seperti itu terkadang anomaly. Pada saat produiksi turun bisa jadi ekspor meningkat, begitu juga dengan import, karena harga komiditi tidak semata terkait dengan produksi dan permintaan. 


Ditengah-tengahnya ada pedagang yang memainkan peran dominan untuk komoditi pertanian.apalagi jika sudah masuk bursa komoditi. Sentimen dan isu menjadi faktor penentu yang menyebabkan perubahan harga.
Naik turun seperti rollcoster harga komiditi pertanian sudah terjadi sejak jaman dahulu. Dan pemerintah tidak dapat berperan dominan untuk mengaturnya.


Dulu ada BUMN niaga yang dibentuk semuanya rontok, Bulog yang seharusnya mengambil peran tidak mau mengambil resiko pada produk yang cepat rusak atau busuk seperti bawang atau cabe.
Jadi yang bisa dipertimbangkan untuk menjaga harga dan kebutuhan petani yakni ada wadah koperasi petani bawang, koperai petani jagung, supaya ada bargaining petani melalui kebersamaan dalam koperasi untuk menghadapi pedagang ataupun pengguna hasil pertsanian kita. 


Tetapi solusi ini harus permanen bukan tiba masa tiba akal yang kadang hanya bisa menjadi narasi PHP kepada petani. 


Disisi lain petani tidak punya power untuk mengontrol harga hasil buminya. Bahkan sekelas petani kelapa sawit tidak kuasa.
Mestinya ada intervensi pemerintah untuk stabilkan harga yang dharapkan, hanya saja terlalu bagus secara konsep tetapi gagal untuk diterapkan karena godaan mencari untung sendiri.
Kita perlu belajar dari belanda yakni dengan Razal Flora Holland (RFH)
RFH adalah merupakan koperasi terbesar hasil pertanian belanda berupa bunga khususnya bunga tulip. 


RFH menguasai pemasaran tulip seluruh dunia. Koperasi ini tidak segan untuk melakukan langkah ekstrim untuk menstabilkan harga, dengan cara mebeli tulip petani yang over produksi kemudian dihancurkan oleh RFH.
Jadi harus ada koperasi yang solusinya melawan hegemoni Kapitalis, itu bisa dilakukan sepanjang seperti kata dr. Arsyad Husen, korporasi yang mewadahi kelompok Koperasi atau badan lain. 

Dan Pemegang usahanya itu harus orang yang amah, berintegritas, jujur sabar dan istiqomah dalam menjalankan usaha ini, dan menjadi pejuang bersama petani. (Ranti)


 

Start typing and press Enter to search