Bermula dari komentar sederhana " sip mantap " warga desa Bulurejo " Murjito " membuat laporan pada pihak berwajib terkait sebuah video TikTok dari sebuah WAG (WhatsApp Grup)
Dalam video memperlihatkan Bupati sedang mengaduk adonan material rumah bantuan, Kamis 14/8/2025,
Tak lama kemudian, Murjito menerima voice note dari terlapor seorang warga Bulurejo yang ber inisial DS, dengan nada kasar dan menyebut-nyebut senjata tajam (arit). Berikut kutipan ancamannya dalam logat Jawa:
“Maksudmu opo kue marani aku opo aku marani kue? Opo kowe gowo arit, opo tak ungkalno arit, opo tak ungkalno berang?” Kowe ibarat timun Karo duren nak musuh aku
Terjemahannya: pelaku mempertanyakan siapa yang akan mendatangi siapa, sambil menyebut arit sebagai bentuk intimidasi.
Dari infotmasi yang berhasil dihimpun JTN MEDIA NETWORK biro Nganjuk, kejadian ini diduga akibat komentar pada program Bansos Bedah Rumah
Kepolisian telah menerima laporan Murjito.
“Barang bukti berupa voice note sudah diamankan, dan saksi-saksi akan kami periksa,” ujar seorang sumber di Polres Nganjuk yang meminta namanya tidak disebutkan.
Program bedah rumah kerap memicu kecemburuan sosial karena dianggap rawan intervensi politik, pilih kasih, dan lemahnya sosialisasi kriteria penerima. (Bon)





