NGANJUK - Nenek tua renta Sumiati (60)thn ,warga Nganjuk tinggal seorang diri di sebuah gubuk yang sangat tidak layak Tanpa atap dan hampir roboh,
Gubuk berukuran kurang lebih 5 mtr x 5 mtr. persegi, dengan tempat tidur, dapur yang menyatu, tempat tinggal nenek Sumiati jauh dari kata layak huni
miris setiap orang melihat, ini juga merupakan bukti bahwa sikap sosial dan kemanusiaan sudah memudar.
Sumiati bercerita kepada kontributor jtn bahwa jika hujan tiba saya pindah ke pojok yang masih tersisa atapnya , dan jika cuaca panas maka terik matahari masuk ke dalam ruanga.
Ia juga memperlihatkan peralatan dapurnya yang sudah tua dan tak layak pakai. Masak air dan masak nasi nya. di tungku bata dengan bahan bakar kayu seadanya.
Makan hari harinya nunggu bantuan dari pak lurah / desa. Selebihnya di bantu keluarganya .
Sumiati berharap kepada pemerintah kabupaten,Nganjuk provinsi maupun pusat agar rumahnya bisa di benahi, karena selama ini baik dari pemdes dan pemkab belum ada satupun yang datang dan melihat
Rumah Mbah Sumiati memang tempatnya masuk di belakang jadi tidak banyak orang yang tau.
Beruntung tempat tinggalnya berdekatan dengan rumah adik perempuannya . Keberadaan Mbah Sumiati hidup sebatangkara tanpa anak dan suami .
Menurut adik kandungnya Ningsih . Sumiati itu tinggal/ sendiri disana sejak tahun 20 tahun,
membangun gubuk itu ketika suaminya masih hidup.” ucap adik Sumiati
Ningsih adik sumiati juga mengatakan, meski sudah 20 tahun hidup di rumah tidak layak huni, Nenek sumiati sampai kini belum mendapat bantuan rumah tidak
layak huni (RUTILAHU
Untuk makan sehari hari nenek Sumiati berharap bantuan beras dari desa tapi itupun cumak cukup di makan selebihnya di kasih tetangga serta keluarganya
Pihak keluarga dari nenek Sumiati berharap ada yang peduli perbaiki rumahnya .ucap nya.
(Bon )






