Dilihat 1 kali
TULUNGAGUNG - Bertempat di ruang rapat Bapeeda Kabupaten Tulungagung yang dipimpin oleh Plt Kabid Perekonomian dan Sumberdaya Alam yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, Senin (02/03/2026).
Rapat ini bertujuan mengidentifikasi potensi investasi daerah serta merumuskan strategi peningkatan PDRB melalui hilirisasi sektor unggulan.
Bersama KPPN Blitar, pemerintah daerah mengoptimalkan penyaluran belanja negara agar tepat sasaran. Belanja pemerintah menjadi penggerak utama dalam formula pertumbuhan ekonomi, yang akan mendorong konsumsi, investasi, hingga ekspor daerah.
Dengan 19 Kecamatan 14 Kelurahan, dan 257 desa serta jumlah penduduk 1.089.775 jiwa, Tulungagung tetap memperoleh DAK Fisik di tengah efisiensi anggaran pusat. Struktur APBD 2026 mencerminkan komitmen pembangunan, dengan PAD berkontribusi 27% dari total pendapatan daerah.
Beberapa potensi unggulan daerah pun terus dikembangkan sebagai upaya untuk menaikkan PAD, diantaranya.
Pengembangan tanaman Hortikultura (pisang tanduk byar/candi) yang berorientasi ekspor.
Pengembangan sektor peternakan, saat ini sebagai penyuplai susu terbesar ke-3 di Jawa Timur.
Hilirisasi perikanan (abon ikan, kripik kulit patin) dan penguatan budidaya modern.
Marmer dan batu fosil berpotensi ekspor 100 destinasi wisata, dengan andalan partai dan pegunungan.
Melalui DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, hilirisasi sektor agro dan pariwisata menjadi fokus investasi Tahun 2026. Target pada Tahun 2029 diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perdagangan, perikanan, dan industri pengolahan, Tulungagung bergerak maju, dari potensi lokal menuju daya saing global. (Yul/JTN)




