Dilihat 1 kali
KOTA MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga meskipun anggaran daerah mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan safari salat tarawih di Musala Darun Najah, Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kamis (5/3).
Dalam kesempatan tersebut, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu juga menyerahkan bantuan hibah sebesar 35 juta rupiah. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Masjid Roudlotul Jannah yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan.
Ning Ita menjelaskan, pada tahun ini jumlah penerima hibah dari APBD Kota Mojokerto mengalami penurunan cukup signifikan. Hal tersebut tidak lepas dari berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat yang berdampak pada turunnya total anggaran daerah.
“Tahun kemarin jumlah penerima hibah masih lumayan banyak. Dalam sehari saya bisa berkeliling sampai tiga waktu salat, mulai subuh, asar hingga tarawih. Tapi tahun ini jumlahnya menurun drastis sehingga hanya dilakukan saat tarawih saja,” jelasnya.
Ia memaparkan, APBD Kota Mojokerto yang pada periode sebelumnya selalu berada di atas Rp1 triliun, kini berkurang lebih dari Rp200 miliar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dan memprioritaskan anggaran pada program-program yang bersifat wajib.
“Anggaran kita fokuskan pada urusan yang wajib-wajib saja, yang fardu-fardu saja. Sementara yang sifatnya sunah banyak yang harus dikoreksi atau dieliminasi karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Meski demikian, Ning Ita menegaskan bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat tidak boleh mengalami penurunan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Salah satu contoh adalah layanan kesehatan.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 1.200 warga Kota Mojokerto yang sebelumnya menerima bantuan iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat namun kini tidak lagi tercover. Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, pemerintah kota mengambil langkah menggantinya melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai dari APBD.
“Karena saya tidak ingin pelayanan di bidang kesehatan menurun, maka 1.200 warga yang dieliminasi oleh pemerintah pusat tersebut kita ganti dengan JKN dari APBD Kota Mojokerto,” tegasnya.
Selain menjelaskan kondisi anggaran, Ning Ita juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Program tersebut akan disinergikan dengan program pemerintah pusat “Indonesia Asri” serta program daerah Budaya RT Berseri yang mendorong gotong royong warga.
Menutup sambutannya, ia juga mohon doa dari masyarakat agar jajaran pemerintah dapat terus menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Mojokerto.
"Mohon juga didoakan, kami dan jajaran Pemkot dan Forkopimda ini diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan tugas-tugas kami dengan baik, memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Mojokerto dan menjaga amanah ini dengan sekuat tenaga untuk dipersembahkan yang terbaik pula bagi warga Kota Mojokerto,” pungkasnya.(Bams)




