NGANJUK - Kebahagiaan orang tua saat anaknya wisuda adalah puncak emosional yang tak ternilai, dita dindai rasa bangga,
salah satunya Supriyadi warga Barik desa Betet kecamatan Ngronggot Putri kebangaanya yang bernama ,,Mayang Putri Pangesti , tahun ini sukses melewati wisuda di universitas Airlangga ( Unair ) dengan studi interdisipliner yang menggabungkan Hukum ,sosial ekonomi dan kebijakan program ini menghasilkan ahli hukum Profesional berakreditas yang berfokus, pada Pembangunan berkelanjutan atau jurusan (Hukum Dan Pembangunan ) Sabtu 11/April /2026
Menurut H .Supriyadi atau biasa akrab di panggil (Mbah Carik Betet ini ) haru, dan syukur. Momen ini dianggap sebagai hasil akhir perjuangan, pengorbanan, dan doa panjang untuk masa depan anak. Orang tua sering menitikkan air mata bahagia melihat anak meraih gelar. Ungkap nya
Apa lagi sang istri tercinta ibu Hj Riminah Supriyadi . Saat melihat Putri tercintanya Mayang Putri Pangesti ..saat wisuda:
Kebanggaan Luar Biasa: Orang tua merasa bangga melihat anak berhasil menyelesaikan pendidikan, seringkali menganggapnya sebagai pencapaian hidup yang penting.
Terbayarnya Pengorbanan: Rasa haru muncul karena kerja keras, biaya, dan lelah selama ini terbayar lunas dengan melihat anak mengenakan toga.
Harapan Masa Depan: Momen ini membawa optimisme
, berharap ilmu anak bermanfaat dan karirnya cerah.
Momen Haru & Syukur: Banyak orang tua bersujud syukur karena doa mereka terkabul, meski terkadang harus berkorban ekonomi.
Kesabaran Menunggu: Orang tua rela menunggu di bawah terik matahari atau dalam kondisi padat demi menyaksikan anaknya.
Menurut Supriyadi ( Mbah carik ) Kebahagiaan ini tidak hanya milik anak, melainkan perayaan bersama keluarga atas keberhasilan mencapai cita-cita. Dan semoga ilmu yang di dapat bisa berguna bagi kedua orang tua tetangga dan orang lain. Ujar nya
(boniman)





