-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Komodo Dalam Pusaran Sejarah Kesultanan Bima oleh Alan Malangi (4)

- November 24, 2021

 

L

ARTIKEL

jawatimurnews.com - Pemerintah Hindia Belanda juga memberi perhatian kepada Komodo. Salah Seorang Perwira Belanda J.K.H Van Steyn memberikan laporan kepada Museum Zoologi Bogor dan mengirim seorang kurator bernama Peter Ouwens. Pada tahun 1912, Ouwens menerbitkan tulisan “ On A Large Species On The Island Of komodo “. Maka dikenalah Komodo dengan nama Varanus Komodensis Ouwens dimana nama akhir Peter Ouwens disematkan pada nama Komodo. ( Times Indonesia, Selasa 19 Desember 2017 ).

Pulau komodo dan Sangiang menjadi tempat pembuangan para penjahat kelas kakap dan para pelaku Zina berat. Prof. Abdul Gani Abdullah menulis, Mbero To’i adalah perzinahan yang dilakukan oleh seorang laki laki yang sudah beristri dengan perawan atau janda, demikian pula sebaliknya antara perempuan yang sudah bersuami dengan jejaka atau duda. Hukuman untuk mbero to”i adalah dengan di dera, tetapi kadang kadang dibuang ke Pulau Komodo atau Pulau Sangiang ( Baca juga Alan Malingi, 4 Jenis Zina Dalam Pemahaman Masyarakat Bima ).

Bahasa Bima merupakan bahasa kedua di wilayah Komodo, Labuan Bajo dan beberapa wilayah di Manggarai. Bahkan di distrik Reo dan Pota, masyarakat disana berbahasa Bima, padahal mereka tidak lahir dan dibesarkan di Bima. Di distrik Pota terdapat banyak kampung-kampung Bima seperti Kampo Asi, Kampo Sarae, Kampo Sigi, Kampo Rade dan lain-lain terutama di pesisir utara Manggarai.

Pakar Lingustik asal Bima Dr. Syamsuddin telah melakukan penelitian khusus tentang bahasa Bima-Komodo. Bahasa Bima dikelompokkan dalam sub rumpun Bima-Sumba dan di dalamnya juga termasuk bahasa komodo. Penelitian Syamsuddin justru jauh lebih tua dari ekspansi kerajaan Bima ke wilayah Manggarai. Bahasa Komodo pada awalnya adalah salah satu dialek dari bahasa Bima. Hal itu terjadi sekitar 500 sampai 3500 tahun lalu dimana dialek Komodo terpisah dari induknya bahasa Bima dan menjadi bahasa tersendiri.( Lihat Muslimin Hamzah, Ensiklopedia Bima Hal 200-201 ).

 

Start typing and press Enter to search