BERANDA PENDIDIKAN KESEHATAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN PERKEBUNAN TENAGA KERJA HUKUM ORGANISASI OLAHRAGA JAWA TIMUR JAWA TIMUR UPDATE JAWA TENGAH JAWA BARAT LINTAS NUSANTARA JAKARTA
ANGGARDAYA DESKOBIS WISLAMIHER SETAPAK INFO INFO TIPS

Selamat Pagi Jtn Hari Kabisat 2024

Dilihat 0 kali



JAWATIMURNEWS.COM |   Kamis  (29/2/2024)
SELAMAT PAGI JTN,-

Hari Kabisat

Mengutip dari laman History, hampir setiap empat tahun sekali akan ada tambahan atau satu hari ekstra pada kalender yakni tanggal 29 Februari. Tanggal ini juga dikenal sebagai Hari Kabisat.

Sederhananya, 24 jam tambahan ini dimasukkan ke dalam kalender untuk memastikan bahwa kalender tersebut tetap sejalan dengan pergerakan Bumi mengelilingi matahari. Meskipun kalender modern berisi 365 hari, waktu sebenarnya yang dibutuhkan Bumi untuk mengorbit bintangnya sedikit lebih lama-sekitar 365,2421 hari.

Perbedaannya mungkin terlihat kecil. Tetapi selama beberapa dekade dan abad, seperempat hari yang hilang setiap tahunnya dapat bertambah.

Untuk memastikan konsistensi dengan tahun astronomi yang sebenarnya, perlu ditambahkan satu hari ekstra secara berkala. Hal ini guna mengganti waktu yang hilang dan membuat kalender kembali selaras dengan peredaran langit.

Sejarah Hari Kabisat

Selain menaklukkan Galia dan mengubah Roma dari republik menjadi kekaisaran, Julius Caesar juga menyusun ulang kalender Romawi. Ia memberikan kita cetak biru yang masih digunakan di sebagian besar dunia hingga hari ini.

Selama berada di Mesir, Caesar menjadi yakin akan keunggulan kalender matahari Mesir yang memiliki 365 hari dan sesekali bulan interkalender yang disisipkan ketika para astronom mengamati kondisi yang tepat pada bintang-bintang. Caesar dan filsuf Sosigenes dari Aleksandria kemudian membuat satu modifikasi penting.

Alih-alih mengandalkan bintang-bintang, mereka hanya menambahkan satu hari pada setiap tahun keempat. Sesuai dengan tradisi Romawi yang mengotak-atik panjangnya bulan Februari, hari itu akan jatuh pada bulan kedua dalam setahun-sehingga lahirlah Hari Kabisat.

Caesar menambahkan dua bulan ekstra panjang pada tahun 46 SM untuk mengganti interkalasi yang terlewat, dan Kalender Julian mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 45 SM. Pada abad ke-16, para ahli menyadari bahwa waktu masih bergeser - perhitungan Caesar yang menyatakan bahwa satu tahun berlangsung selama 365,25 hari sudah mendekati, namun masih melebihkan tahun matahari sebanyak 11 menit.    (Red)


Redaksi
Editor           :  Kemal | Red


Sumber : JTN Media Network

JTN SUPORT BANK BRI An : PT.JATIM INTIPERKASA GLOBAL MEDIA, No. REK : 006501044064531

Post a Comment

No Spam,No SARA,No Eksploitasi
Komenlah yang berkualitas & berkelas

Previous Post Next Post

Contact Form