Dilihat 1 kali
TULUNGAGUNG - N8. Kegiatan belajar mengajar di kelas darurat memanfaatkan tenda BPBD Tulungagung itu terpaksa dilakukan karena bangunan kelas reguler mereka rusak parah terdampak longsor, Senin.
Pantauan di sekolah yang ada di kaki Gunung Wilis itu, kelas darurat didirikan memanfaatkan tenda pengungsi berukuran 3x6 meter bantuan BPBD Tulungagung.
Sebelumnya, para siswa sempat harus berpindah-pindah mulai dari mushola sekolah hingga area parkiran. Kondisi dirasakan siswa dan guru kurang nyaman karena ruangan sempit, sementara area parkir berada di dekat jalan raya yang bising, jadi terganggu suara kendaraan, kata guru kelas IV SDN Krandinan, Dwi Sri Sulasmi.
Ia menambahkan pembelajaran tetap berjalan kondusif, tetapi sekolah berharap fasilitas penunjang tambahan, seperti kipas angin, untuk menjaga kenyamanan siswa.
Longsor yang dipicu hujan deras merusak tiga ruangan sekolah, yakni ruang kelas IV, Perpustakaan, dan kamar mandi. Hingga kini belum ada kepastian kapan pembagunan gedung baru akan di mulai.
Meski penuh keterbatasan, semangat anak-anak tetap tinggi mengikuti pelajaran setiap hari. Semoga pemerintah kabupaten Tulungagung bisa cepat memperbaiki bangunan yang terdampak longsor, dan semoga belajar mengajar bisa kembali lagi dalam ruangan sekolah.(Yulianto/Jtn)




