-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari





Loading

Resmi Dilaporkan Indikasi Dugaan Korupsi Pengadaan Mebeler Tahun 2016 Sebesar Rp 18 Milyar di Dinas Pendidikan Sumenep

- November 15, 2021



SUMENEP_JAWA TIMUR

jawatimurnews.com - Mengindikasikan dugaan korupsi Pengadaan Mebeler sebesar Rp 18 milyar di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bantuan Mebeler tersebut Bantuan Hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) Tahun Anggaran 2016.

Indikasi dugaan korupsi Pengadaan Mebeler tersebut resmi kami laporkan ke Polres Sumenep, Senin tertanggal 15 November 2021. Tembusan surat laporan disampaikan juga kepada Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi : Direktorat Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta Pusat dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI Mabes Polri Jl. Trunojoyo No.3, di Jakarta.

Saat melakukan penelusuran kami (Cakrabuana.com) beserta Tim, dapat merangkum sejumlah data/dokumen dan sumber informasi dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Pengadaan Mebeler tahun 2016 tersebut, yaitu sejumlah Vedio, Rekaman, Surat Pernyataan dan Gambar Kepala Sekolah (Kepsek), Bendahara, dan Guru SD/SMP pada tahun 2017 dan tahun 2021.

Diketahui distribusi Mebeler Bantuan Hibah Pemprov Jatim tersebut ke sejumlah SD, SMP dan SMA di Kabupaten Sumenep oleh penyedia barang jasa, yaitu CV. Yusufindo Sejahtera Jl. Gubeng Jaya II KA No. 68 Surabaya berdasarkan Surat Perjanjian (Kontrak) nomor : 732/SPK/PPK-DIKNAS/435.101/2016, tanggal 12 Oktober 2016.

Terungkap tahun 2017 lalu oleh Kepsek SDN Paliat I Sapeken Sumenep, Ahmad Hujaini "saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa bantuan mebeler tahun 2016 sampai saat ini masih ada yang kurang," tulis Ahmad Hujaini dalam surat pernyataannya. Tertanggal 27 Oktober 2017.

Ahmad Hujaini menyatakan kekurangan Bantuan Mebeler tersebut yang tertuang dalam Surat Pernyataan diantaranya :

1. Kursi Didik kurang 44 buah

2. Meja Didik kurang 44 buah

3. Lemari 5 Rak kurang satu buah.

Selain itu disampaikan oleh Hudaya, M.Pd Kepsek SDN Pagerungan Besar 1 "dari tahun ajaran 2019 - 2021 belum pernah menerima barang susulan mebeler bantuan hibah Pemprov Jatim tahun 2016 sampai tahun sekarang (tahun 2021, red)," jelasnya Hudayah tulis dalam surat pernyataannya. Tertanggal 31 Juli 2021.

Kekurangan tersebut uraiannya Hudaya dalam surat pernyataannya yaitu :

1. Katalog kurang

2. kabinet kurang

3. Meja Kursi Petugas Perpus kurang

4. Rak Surat Kabar kurang

5. 5 Rak Sliding kurang 2 saf.

Diungkapkan pula oleh Aminolah, S,Pd Wakil Kepsek SMPN 2 Kangayan Sumenep, menyatakan "bahwa Bantuan Mebeler (bantuan hibah Pemprov Jatim melalui Disdik Sumenep, red) tahun 2016 masih mengalami kekurangan," tulis pernyataan Aminolah. Jum'at (12/11/2021).

Kekurangan Bantuan Mebeler tersebut yang dibuat sebenarnya oleh Aminolah diantaranya ;

1. Papan Tulis kurang 1 buah

2. Meja Peserta Didik kurang 2 buah

3. Rak Majalah kurang Rak depan

4. Lemari 5 Saf Sliding kurang Kaca

5. Book kurang 6 buah.

Hal senada dijelaskan oleh Kepsek SDN Kolo-Kolo 1 Hj. Waqiah, S,Pd "kami menyatakan dengan sebenarnya bahwa Bantuan Mebeler dari tahun 2016 untuk sekolah kami sampai saat ini masih belum menerima kekurangan 4 Meja dan Kursi Siswa selain itu biaya perakitan dan transportasi tidak menerima dari pihak terkait," pernyataan Hj. Waqiah tulis dalam surat pernyataannya. Sabtu (13/11/2021).

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Mebeler Tahun 2016 Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan, S. Pd. M.T,  memberikan tanggapan kepada kami (Cakrabuana.com) "Hal (pengadaan mebeler 2016 senilai Rp 18 milyar, red) ini sudah selesai serah terimanya dan di tanda tangani semua, tanda terima lengkap dan sudah diperiksa oleh Polda Jatim, dinyatakan clear n clear," kata H. Iksan yang saat ini menjabat Plt. Kepala Disnas Pendidikan Sumenep. Kamis (21/10/2021). 


(Asni)

 

Start typing and press Enter to search