-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari








Loading

Jacob Ereste : Seminar Besar Budaya Nusantara Akan Digelar Arsip Nasional, Lemhannas dan GMRI Bersama Masyarakat Adat dan Kampus

- Saturday, January 22, 2022
Dilihat 0 x

 



JAKARTA

JAWATIMURNEWS.COM - Pertemuan informal untuk mempersiakan acara besar menyambut gerakan kebangkitan bangsa-bangsa Nusantara berlangsung di Gedung bersejarah Arsip Nasional Republik Indonesia Jl. Gajah Mada No. 111 Jakarta Pusat, pada 20 Januari 2022.

Eko Sriyanto Gangendu dari GMRI (Gerakan  Moral Rekonsiliasi Indonesia) hadir bersama Mayjen Rido Hermawan M.Sc., Tenaga Ahli Pengajar Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Taufik Rahzen  budayawan sekaligus mewakili masyarakat adat serta Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom., Ph.D. CISA, CISM, dosen dan peneliti Fasilkom UI, juga ikut menuhi acara ngobrol bareng atas undangan Kepala Arsip Nasional Republik Indinesia, Drs. Imam Gunarto M.Hum.

Acara pertemuan dibuka dengan makan siang bersama menyantap gulai kepala ikan kakap. Adapun topik bahasan adalah keinginan pihak Arsip Nasional untuk menggelar acara semionar besar bertajuk Budaya Nusantara. Karena menurut Imam Gunarto pada intinya adalah upaya untuk mencari penguatan eksistensi Arsip Nasional dalam bentuk proseding guna memperkaya khazanah kearsipan sehingga dapat memberi lebih banyak manfaat bagi masyarakat.

Usai acara makan siang, Imam Gunarto mengajak peserta pertemuan melihat suasana gedung peninggalan masa silam ini yang dibangun pada tahun 1760 dan pernah digunakan sebagai tempat tinggal Reinier de Klerk, Gubernur Jenderal VOC. Rumah tinggal tersebut berada di daerah Molenvliet yang kini terletak di sekitar Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk Jakarta Pusat.

Syahdan, pada masa itu Molenvliet merupakan pemukiman elit di Batavia sebelum digantikan oleh Kawasan Weltevreden (kini Harmoni-Lapangan Banteng-Monumen Nasional). Semua bangunan ini memiliki nilai sejarah khusus sebagai rumah tinggal (landhuis) sebagai satu diantara sedikit Gedung cagar budaya yang masih tersisa yang pernah dibangun di Molenvliet. Jadi bangunan ini bisa disebut representasi dari keadaan tempat hunian elit di Batavia pada abad ke-18. 

Tema seminar besar yang segera akan dilakukan adalah Budaya Bangsa Nusantara yang akan menjadi fokus pembicaraan seperti yang pernah diucakan Maha Patih Gajah Mada dalam upaya menyatukan Nusantara di masa kejayaan kerajaan Mapahit hingga terkenal dengan sumpah Palapa. Upaya menyambut kebangkitan bangsa-bangsa Nusantara itu sungguh penting, timpal Mayjen Rido Hermawan M.Sc. Karena Nusantara sampai sekarang tetap menguasai 2/3 lautan. Dan Bahasa Nusantara itu adalah bahasa matahari yang akan terus bersinar. Sehingga dengan memposisikan Nusantara sebagai semangat dari kebangkitan bangsa Indonesia, akan membuat bangsa Indonesia lebih besar dan tangguh, melampaui masa kejayaan Majapahit tempo dulu. Untuk tema nusantara perlu segera digaungkan untuk menyambut era keemasan Indonesia pada tahun 2045 dengan bonus demokrafi Indonesia yang sungguh luar biasa, tandas Jendral Rido Hermawan.

Sementara Taufik Rahzen lebuh jauh mengajak untuk memahami Nusantara sebagai emporium, bukan imperium. Jadi Nusantara itu semacam network yang kuat, bukan sebagai suatu kekuatan atas dasar kekuasaan. Sehingga, Nusantara sebagai cita-cita-- emporium -- atau jaringan kesatuan yang tidak terpisahkan dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang kuat. Jadi upaya membangun wawasan nusantara itu sungguh ideal. Adapun pasangan nusantara itu adalah alamkara, kata Taufik Rahzen.

Prof. Dr. Yudhu Giri Sucahyo meyakinkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dengan memanfaatkan bonus demokrafi, sehingga bisa leading pada tahun 2024. Karena bangsa Indonesia sangat potensial mempunyai kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Seperti aksara bahasa daerah yang sangat banyak jumlahnya. Mulai dari bahasa dan aksara Jawa, bahasa dan aksara Lampung, Batak dan Bugis dan sejumlah bahasa dan aksara suku bangsa Nusantara lainnya. Demikian juga dengan kekayaan memori kolektif bangsa Indonesia, kata peneliti dan dosen UI ini. 

Hingga akhirnya, kesepakatan untuk melaksanakan seminar besar tentang seputar kebudayaan nusantara dalam waktu dekat dengan motor penggerak utama Arsip Nasional serta sejumlah instansi atau Lembaga akan segera dibicarakan kemudian. “Idealnya memang pada minggu terkahir Januari 2022 sudah bisa dilaksanakan. Namun paling lambat, pada minggu pertama Februari 2022”, ujar Imam Gunarso seraya mengharap dukungan sepenuhnya dari rekenannya yang hadir di Gedung bersejarah itu hingga menjelang petang.


Sumber : Jtn Media Network 

(Apin)

 

Start typing and press Enter to search

a