-->
Pasang Iklan/Promo/Launching Produk/Langganan Pemberitaan/Realease/Press Conference/100 Berita Peristiwa Ter Update Setiap hari








Loading

Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA Merancang Mesin Pengupas Kulit Ari Kedelai Otomatis

- Saturday, November 27, 2021
Dilihat 0 x



TULUNGAGUNG_JAWA TIMUR

Jawatimurnews.com - Kasmani adalah warga Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Kab. Tulungagung, yang mempunyai sumber kehidupan sebagai pengusaha kecil tempe yang merupakan mitra dari pelaksanaan PKM Universitas Negeri Surabaya (UNESA). 

Sebagai pekerjaan sampingan, mereka bertani dan berternak. Jenis produk yang dihasilkan oleh kelompok usaha kecil tempe ini adalah tempe murni dan tempe campuran, bahan baku untuk membuat tempe murni adalah hanya kedelai saja, dan bahan baku untuk membuat tempe campuran adalah kedelai ditambah dengan bahan campuran seperti gandum, nasi karak dan lain-lain. 

Usaha Tempe ini sudah dijalankan bertahun - tahun namun mulai awal produksi hingga saat ini tidak ada perkembangan yang signifikan dalam menjalankan produksi ini,  permasalahan prioritas yang menyebabkan UKM tempe Rejosari ini belum berkembang sebagaimana yang diharapkan oleh pengusaha usaha kecil tempe tersebut adalah dikarenakan dalam proses produksi belum didukung dengan teknologi produksi yang memadai dan dalam menjalankan usahanya tidak dikelola dengan manajemen usaha yang baik. 

Untuk mengatasi permasalahan mitra TIM PKM Universitas Negeri Surabaya Merancang sebuah Mesin pemecah dan pengupas kulit ari kedelai yang bisa digunakan Untuk kedelai kering ataupun kedelai basah.

Ali Hasbi Ramadani, M.Pd Selaku Ketua TIM Pengabdian Masyarakat mengatakan, “Mesin yang dirancang mampu memiliki kapasitas produksi 250 Kg/jam, sedangkan dengan cara manual hanya 15 kg/jam. Ini berarti dapat meningkatkan kapasitas produksi ±16 kali kapasitas produksi cara manual. Selain kuantitas produksi pemecah dan pemisah kulit ari kedelai

meningkat tajam."

Ketua TIM menambahkan, "dengan menggunakan mesinnya biaya produksi lebih murah, kualitas pemecah dan pemisah kulit arian kedelai sangat baik, sehingga tempe yang dihasilkan rasanya lebih enak, lebih diminati dan lebih memudahkan dalam pemasaran, dan penggusaha tempe memperoleh nilai tambah (added value) dari peningkatan produktivitas berupa, pendapatan dari selisih biaya produksi dan selisih waktu yang masih banyak yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya." Pungkasny

Serah terima Mesin hasil Rancangan TIM PKM UNESA dilakukan di rumah Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Kab. Tulungagung. Dengan menghadirkan seluruh pelaku UKM Tempe asal Desa rejosari yang berjumlah 5 orang. Kegiatan serah terima dibuka oleh Kepala Desa dan dilanjutkan dengan demonstrasi Alat TIM PKM. 

Kepala Desa Rejosari sengaja mengumpulkan Pelaku UKM Tempe diluar mitra dengan harapan UKM yang lain dapat mengembangkan usahnya sehingga kesejahteraan masyarakatnya tambah meningkat.

Tidak cukup disitu, TIM PKM UNESA juga melakukan “Workshop Manajemen Produksi dan Manajemen Keuangan pada UKM Tempe”, yang dikemas dalam kegiatan diskusi, pelatihan dan pendampingan.

Untuk manajemen produksi dilatihkan bagaimana cara meningkatkan produksi melalui manajemen produksi yang baik melalui penerapan teknologi, produksi yang tepat, termasuk cara mengelola, menerapkan dan merawat teknologi, sehingga produksinya secara kualitas dan kuantitas meningkat, mesin produksinya awet dan usahanya berkembang. 

Sedangkan untuk manajemen keuangan  Pelatihan dan pendampingan, bagaimana mengelola keuangan usaha melaui penerapan buku kas sederhana yang mudah dipahami dan dapat dilakukan oleh pengusaha kecil tempe.

Hal paling mendasar yang harus ditanamkan kepada para pengusaha kecil tempe ini adalah menanamkan nilai pentingnya untuk membiasakan diri (berperilaku tertib) dalam mengelola keuangan, yaitu membukukan berapa besarnya modal (pembelian bahan baku, upah, dan pengeluaran biaya produksi lainnya) berapa keuntungan yang diperoleh, dan berapa yang diambil dari keuntungan itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga pengusaha dapat merencanakan pengembangan usaha tempenya dengan baik dan sukses.

Kegiatan dilakukan pada tanggal 12 November 2021  dari jam 08.00 dan berkahir jam 15.00.

Yuli sebagai perwakilan Mitra dan pelaku Usaha lainya Menyampaikan, “Sangat senang dengan hadirnya TIM PKM UNESA dan berharap adanya kegiatan tindak lanjut serta pendampingan secara berkala untuk memberikan masukan dan saran dalam menjalankan usahanya”.(E S)

 

Start typing and press Enter to search

a